-- Sido Muncul Store -- Aneka Produk Jamu, Obat, dan Suplemen Herbal dari Sido Muncul Store di Tokopedia
Tampilkan postingan dengan label kemendagri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kemendagri. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Juli 2015

PNS Kemendagri Akan Jadi Intelijen Tangani Potensi Konflik di Pilkada Serentak

Kementerian Dalam Negeri menerjunkan seluruh sumber daya yang ada untuk membantu proses pelaksanaan Pilkada serentak tahun ini. Tak tanggung-tanggung, Kemendagri bahkan sudah membentuk tim deteksi dini gangguan Pilkada dari tingkat pusat hingga daerah.

Para pegawai negeri sipil (PNS) yang mendapat tugas di tim itu akan menjalankan fungsi intelijen dalam mendeteksi gangguan Pilkada.

"Kami sudah membentuk tim monitoring pelaporan dan evaluasi. Artinya, kegiatan-kegiatan ini kami arahkan, pada kegiatan deteksi dini," ujar Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Soedarmo di kantor Kemendagri, Rabu (29/7/2015).

Dia menjelaskan, tim itu akan berfungsi memetakan potensi konflik yang kemungkinan mengganggu pelaksanaan Pilkada serentak hingga selesai. Dalam melaksanakan kegiatan deteksi dini itu, pegawai-pegawai negeri sipil kantor wilayah Kesatuan Bangsa dan Politik di tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota akan dikerahkan.

Meski begitu, tim tersebut akan berkoordinasi pula dengan fungsi intelijen yang telah dijalankan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI), Badan Intelijen Negara (BIN), dan juga Kepolisian RI. Tim deteksi ini pula, lanjut Soedarmo, akan mendapat masukan dari Forum Komunikasi Intelijen Daerah (Forkominda), Forum Kerukunan Antar Umat Beragama (FKUB), dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme.

"Forum-forum ini adalah mata dan telinga tim monitor yang kami lakukan. Jadi kami akan memanfaatkan forum-forum yang ada untuk mencegah terjadinya konflik-konflik Pilkada di 260 kabupaten/kota dan 9 provinsi," kata Soedarmo.

Saat ditanyakan apakah para PNS itu sudah dibekali oleh ilmu intelijen yang mumpuni dalam memetakan gangguan selama proses Pilkada, Soedarmo mengaku mereka selama ini sudah dilatih oleh BIN, BAIS, dan TNI Angkatan Darat. Soedarmo tidak sepakat dengan anggapan bahwa kemampuan para PNS yang berlatar belakang sipil ini kalah jika dibandingkan dengan kemampuan TNI/Porli.

"Saya dulu di BIN, 80 persen sipil, 20 persen TNI/Polri. Saya berharap ke depan akan lebih baik lagi, lebih proporsional terkait tugas-tugas itu," ucap Soedarmo.*kompas

Selasa, 01 April 2014

Dua Kementerian Buka Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi

Pemerintah kembali mengundang pegawai negeri sipil (PNS) terbaik di tanah air untuk mengikuti seleksi terbuka guna mengisi jabatan pimpinan tinggi (JPT). Kedua jabatan itu adalah Sekretaris Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).

Sekjen Kemendagri yang saat ini dijabat oleh Diah Anggraeni, akan memasuki masa pensiun tahun ini. “Demikian juga dengan Sekretaris KemenPAN-RB, Pak Tasdik juga akan pensiun tahun ini,” ujar MenPAN-RB Azwar Abubakar dalam acara diskusi bersama pemimpin redaksi di KemenPAN-RB, Selasa (1/4).

Setelah diundangkannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), maka setiap instansi pemerintah wajib melakukan seleksi terbuka untuk pengisian jabatan yang lowong. “Seleksi untuk Sekjen Kemendagri ini sangat strategis, karena diharapkan akan berdampak luas pada pemerintah daerah,” ujar Azwar yang didampingi WamenPAN-RB Eko Prasodjo dan Ketua Tim Independen RB Nasional Erry Riyana Hardjapamekas.

Ditambahkan, Mendagri dan MenPAN-RB telah membentuk Panitia Seleksi Bersama untuk melakukan seleksi terbuka yang diketuai Sarwono Kusumaatmadja. Pendaftaran untuk kandidat Sekjen Kemendagri dibuka pada 31 Maret dan ditutup pada 7 April 2014 pukul 17.00. Sedangkan pendaftaran untuk Sesmen PANRB dibuka mulai 1 April dan ditutup pada tanggal 21 April 2014.

WamenPAN-RB Eko Prasojo menambahkan, posisi tersebut semula dikenal sebagai jabatan eselon I, tetapi setelah diundangkannya UU 5/2014 tentang Aparatur Sipil Negara berubah menjadi jabatan pimpinan tinggi (JPT) madya.

Arsip Blog