-- Sido Muncul Store -- Aneka Produk Jamu, Obat, dan Suplemen Herbal dari Sido Muncul Store di Tokopedia
Tampilkan postingan dengan label kotabaru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kotabaru. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Mei 2014

Bermasalah, 25 Honorer K2 Kota Jambi Terancam Batal jadi CPNS

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Jambi Subhi Yusuf mengungkapkan, honorer K2 yang lulus seleksi CPNS namun bermasalah saat ini masih dalam tahap pemeriksaan.  

Terbaru, ada 25 honorer K2 yang telah lulus CPNS disinyalir bermasalah, dan terancam batal jadi CPNS. Pemeriksaan sudah berlangsung beberapa lama, dan akhir bulan ini pemeriksaan sudah rampung. 

Berdasar waktu yang diberikan BKN, kabupaten dan kota harus sudah mengirimkan nama honorer K2 untuk diajukan ke pusat. Otomatis, tanggal 31 Mei nanti persoalan honorer K2 siluman itu sudah selesai diperiksa. Subhi mengatakan, saat ini sudah dibuat pengumuman untuk pemberkasan.  

"Langsung kita ajukan nama yang sudah clear ke pusat," katanya. 

Pemeriksaan sendiri menurut Subhi tidak harus langsung ke honorer yang bersangkutan. Namun, bisa melalui instansi yang disebutkan sebagai tempatnya bekerja dalam dokumen.  

Untuk itu, Kepala Instansi yang bersangkutan, bertanggung jawab jika mereka menandatangi surat yang dibawa oleh Honorer K2 siluman itu. Untuk pengajuan sendiri, Subhi mengatakan tak akan membutuhkan waktu lama. Karena diajukan dan data dimasukan secara online melalui sebuah aplikasi.  

"Diajukan lewat aplikasi, tanggal 31 Mei. Kemudian Wali kota juga menandatangani surat pernyataan tentang K2 yang diajukan itu," paparnya. 

Sementara itu, Wali Kota Jambi Sy Fasha mengatakan BKD beserta tim verifikasi K2 langsung melakukan cek ke lapangan. Untuk mengetahui apakah benar K2 itu pernah mengabdi untuk Pemkot Jambi atau tidak. Hingga saat ini, Wali kota belum menerima laporan dari BKD, karena tim masih bekerja.  

Jika memang terbukti data dan berkas itu dimanipulasi, ancaman pembatalan mereka menjadi CPNS tak bisa ditawar lagi. "Sampai akhir Mei mereka masih bekerja, kalau terbukti kita pastikan pembatalan," katanya. 

Indikasi sementara, K2 yang bermasalah ini kebanyakan merupakan tenaga guru honor. Dan kemungkinan mereka biasanya bekerja di lising atau sales. Dan ketika memasukan berkas, terjadi manipulasi data.  

Indikasi keterlibatan orang dalam BKD Kota Jambi juga mencuat. Fasha tidak membantah kemungkinan itu, karena tidak mungkin orang luar berani memalsukan data kalau tidak dibantu orang dalam.  "Mana mungkin mereka berani, kalau tidak ada orang dalam," katanya. 

Terkait kemungkinan bahwa kasus ini akan dipidanakan, Fasha belum memastikannya. Dia menyebutkan, dengan pembatalan menjadi CPNS saja sudah merupakan hukuman dan tekanan yang luar biasa bagi para K2 tersebut.  

"Kita liat nanti, pembatalan itu saja akan sangat membebani mereka. Apalagi jika dipidanakan," tandasnya.

Sabtu, 12 April 2014

Honorer Terancam Jadi CPNS

Honorer kategori dua (K2) yang telah dinyatakan lulus tes CPNS beberapa waktu lalu, saat ini masih diverifikasi. Indikasi adanya honorer yang tidak mengabdi untuk Kota Jambi, namun masuk ke dalam data base honorer K2 Kota Jambi semakin kuat. Sekda Kota Jambi yang juga Kepala Baperjakat Kota Jambi Daru Pratomo mengaku indikasi itu timbul ketika dilakukan pemeriksaan ulang.

Dalam petunjuk Menpan, K2 yang lulus harus membuat pernyataan bertanggungjawab penuh kebenarannya. "Atas petunjuk Menpan, ketika itu, kita harus benar-benar periksa lagi, dan kita temukan indikasi itu," katanya.

Adanya honorer 'siluman' tersebut, tidak hanya satu atau dua orang, namun belasan bahkan lebih banyak lagi. Dan belasan honorer ini sudah masuk database BKD Kota Jambi, dan termasuk ke dalam 533 honorer K2 yang ikut tes CPNS.

"Dari 249 K2 yang lulus, ternyata belasan yang terindikasi bukan dari kota, akan tetapi dari luar," katanya.

Untuk mengusut kebenaran indikasi itu, Pemkot Jambi harus mempertanyakan kenapa belasan honorer K2 itu bisa masuk dalam database dari awal. Dan ketika memang benar bahwa K2 itu memang bukan mengabdi untuk Kota Jambi, maka akan dibatalkan menjadi CPNS. "Kalau tidak sesuai dengan ketentuan, ya dibatalkan," ungkapnya.

Pemkot saat ini sudah membentuk tim verifikasi yang terdiri dari BKD Kota Jambi, Inspektorat, Dinas Pendidikan dan Kesehatan, serta Sekda sebagai penanggungjawab. Sekda sendiri mengatakan, honorer “siluman” itu sendiri berasal dari tenaga kesehatan dan guru.

"Senin besok kita akan membahas K2 yang bukan dari Kota Jambi tersebut," paparnya. Untuk diketahui, sebelum mengikuti tes CPNS, 500 lebih honorer K2 telah diverifikasi dan masuk di database.

Daru mengatakan, hal pertama yang akan dicari tahu adalah kenapa mereka bisa lolos verifikasi pertama. "Itu nanti yang akan kita pertanyakan. Kenapa sampai lolos data base verifikasi sebelum tes itu," jelasnya.

Sementara itu, Kepala BKD Kota Jambi Subhi mengatakan hal itu merupakan dugaan sementara. Dan memang ada belasan K2 yang bermasalah.  "Kalau memang bukan mau gimana lagi, ya tentu akan dibatalkan," tandas Subhi.

Arsip Blog