-- Sido Muncul Store -- Aneka Produk Jamu, Obat, dan Suplemen Herbal dari Sido Muncul Store di Tokopedia
Tampilkan postingan dengan label iran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label iran. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Juni 2015

Takut Dimata-matai, Negara Ini Larang PNS Pakai Smartphone

Iran dikenal sebagai salah satu negara konservatif yang sangat sensitif terhadap informasi-informasi penting negara mereka, terutama bagi negara barat. Tak ayal, aksi spionase sangat diperhatikan di negara ini, bahkan kini smartphone pun dilarang di sana.

Untungnya, hanya pegawai negeri sipil (PNS) saja yang dilarang menggunakan smartphone, tepatnya mereka yang memiliki akses ke data-data penting milik pemerintah Iran.

Menurut pengakuan lembaga pertahanan Iran, smartphone bisa dipakai sebagai alat mata-mata. Terlebih kini smartphone bisa dengan mudah mencadangkan data dan mengirimkannya ke pihak-pihak yang tidak diinginkan oleh pemerintah Iran. Sehingga di khawatirkan PNS bisa menjadikan smartphone sebagai alat pencuri data, Phys.org (14/06).

Lebih lanjut, peraturan ini nampaknya hanya berlaku saat PNS-PNS tadi berada di lingkungan kantor saja. Sedangkan di luar kantor mereka bisa menggunakan smartphone dengan bebas.

Mengapa Iran mengambil langkah super tegas ini?

Ternyata larangan pemakaian smartphone bagi PNS itu muncul setelah perundingan nuklir Iran dengan para pemimpin dunia dimata-mata oleh hacker.

Iran memang lebih waspada terhadap serangan hacker setelah tahun 2010 lalu sebuah virus berbahaya, Stuxnet, berhasil membobol program sistem nuklir Iran.*merdeka

Jumat, 13 Februari 2015

PNS Jomblo di Iran Diultimatum untuk Cepat Nikah

Pemerintah Iran mengambil tindakan sebagai jawaban atas makin banyaknya kaum muda yang menunda pernikahan. Di provinsi Hamedan, seorang pemuka agama senior memperingatkan pegawai negeri sipil yang masih melajang untuk segera menemukan pasangan dalam waktu satu tahun. Pilihannya hanya dua, menikah atau kehilangan pekerjaan mereka.

Seperti dilansir The Economist, berdasar sebuah survei, 55 persen dari 77 juta warga Iran berusia di bawah 30 tahun. Namun dari tahun ke tahun, mereka jauh lebih tertarik pada kencan singkat daripada menikah. 

Di Iran, praktik sigheh, atau pernikahan sementara yang bisa berlangsung hanya dalam beberapa jam, dibenarkan secara hukum. Namun, pemerintah lebih suka pasangan suami-istri mempertahankan pernikahan untuk jangka waktu yang lama. 

Cegah keputihan dan kanker serviks [lihat video gejala2 kanker serviks 
click here] dg produk rekomendasi Boyke click here

Berbagai upaya dilakukan agar kaum muda segera menikah. Bahkan sejak Januari, situs Internet yang berperan sebagai 'mak comblang' bagi para jombo diluncurkan pemerintah. Mereka berharap situs ini akan mampu mencapai target menghasilkan 100 ribu pasangan suami-istri baru di negara itu. 

Sebelumnya, telah ada sekitar 300 situs perjodohan di Iran. Namun situs-situs ini dianggap "tidak bermoral" karena lebih merupakan situs layanan kencan ala Barat. Itu sebabnya, pemerintah campur tangan dengan meluncurkan sebuah situs perjodohan resmi.

link sponsor
+ herbal khas banten atasi ejakulasi dini, dahsyat hasilnya,,,click here
+ paket cara cepat hamil,,, click here

Arsip Blog