-- Sido Muncul Store -- Aneka Produk Jamu, Obat, dan Suplemen Herbal dari Sido Muncul Store di Tokopedia
Tampilkan postingan dengan label kabupaten blitar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kabupaten blitar. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 September 2016

Ratusan Guru Honorer Blitar Minta Diangkat Jadi PNS tanpa Tes

Ratusan guru honorer di Kabupaten Blitar melakukan aksi turun ke jalan, Senin, 5 September 2016. Mereka menuntut pemerintah membuka penerimaan pegawai negeri sipil tanpa tes untuk guru.

Aksi unjuk rasa disertai orasi oleh lebih dari 150 guru honorer ini dilakukan di perempatan Lovi. Sambil membentangkan poster berisi tuntutan, mereka menyuarakan keluhan menjadi abdi negara selama puluhan tahun tanpa penghargaan layak. “Kami hanya minta diangkat menjadi PNS,” kata Sri Haryati, koordinator pengunjuk rasa.

Terdapat sekitar 975 ribu guru berstatus honorer yang mengajar di sejumlah sekolah di Blitar. Mereka telah mengabdi selama puluhan tahun. Bahkan tak sedikit dari mereka yang telah berusia lanjut.

Karena itu, momentum pembahasan revisi Undang-Undang Aparatur Sipil Negara yang saat ini tengah berada di Badan Legislatif Dewan Perwakilan Rakyat menjadi waktu yang tepat untuk menyuarakan desakan itu. Pemerintah diminta membuka celah penerimaan pegawai negeri sipil tanpa tes bagi guru honorer dengan memperhitungkan masa kerja. Sebab, undang-undang itu dinilai merupakan satu-satunya celah bagi mereka untuk bisa diangkat menjadi PNS. 

Koordinator Komite Rakyat Pemberantas Korupsi Blitar Mohamad Triyanto menuturkan tidak ada alasan bagi pemerintah untuk tidak mengangkat guru honorer. Menurut dia, saat ini terdapat 450 ribu guru honorer di seluruh Indonesia yang terkatung-katung nasibnya. “Kami mendorong revisi UU ASN untuk memprioritaskan mereka,” ucap Triyanto.

Triyanto juga meminta pemerintah menjamin pembayaran honor para guru di tengah penundaan dana alokasi umum dari pemerintah pusat. Penundaan DAU sebesar Rp 120 miliar, menurut Triyanto, berpotensi menghambat pemberian honor pada September, Oktober, dan November tahun ini.*tempo

Minggu, 08 Mei 2016

Pemkab Blitar Krisis PNS

Sebanyak 400 pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Blitar pensiun setiap tahun. Masih berlakunya kebijakan moratorium (pembatasan) rekrutmen PNS mengakibatkan Kabupaten Blitar kekurangan banyak pegawai (PNS).

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Blitar Ahmad Lazim mengatakan bahwa rekrutmen terakhir berlangsung pada tahun 2014.

“Saat itu (tahun 2014) ada penambahan 601 PNS baru yang berasal dari honorer K2 dan jalur umum, “ujar Lazim kepada wartawan.

Celakanya, sejak tahun 2014 hingga kini jumlah rata rata PNS yang memasuki purna tugas sebanyak 400 orang per tahun. Karenanya tambahan PNS pada tahun 2014 belum mampu menutup kekurangan pegawai di seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Menurut Lazim kekurangan terbesar ada pada dinas pendidikan dan satpol PP. Pada lembaga sekolah dasar misalnya. Jumlah guru SD PNS di Kabupaten Blitar hanya 4.443 orang. Dengan sebanyak 673 unit SD di 22 kecamatan Kabupaten Blitar, idealnya jumlah guru PNS SD mencapai 6.057 orang. “Pada dinas pendidikan kekurangan terbesar di guru kelas. Sedangkan SKPD lainya staf biasa,“ terangnya.

BKD nyaris tidak berkutik. Sebab kebijakan moratorium tegas melarang pemerintah daerah membuka rekrutmen CPNS. Satu satunya solusi yang dilakukan adalah memaksimalkan sumber daya manusia yang ada.

“Ini tidak terjadi pada Kabupaten Blitar saja. Tapi juga daerah lain. Harapanya jangan sampai pelayanan masyarakat terbengkalai dan moratorium segera dicabut,“ terangnya.

Menanggapi hal ini anggota Komisi I DPRD Kabupaten Blitar Wasis Kunto Atmojo berharap Pemkab Blitar, terutama kepala daerah proaktif berkomunikasi dengan pemerintah pusat. Sebab kekurangan tenaga PNS, terutama tenaga pengajar merupakan sesuatu yang urgen. “Ini masalah yang urgen. Bupati Blitar seyogyanya segera berkomunikasi dengan pemerintah pusat untuk mencari solusi terbaik,“ ujarnya.*okezone

Senin, 15 Februari 2016

Beredar Foto Telanjang PNS Blitar di Medsos

Foto-foto telanjang seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemerintah Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Rissa Devana Septi beredar luas di media sosial (medsos) Facebook. Namun, Rissa yang sehari-hari bertugas di Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Blitar itu mengaku menjadi korban pihak yang tidak bertanggung jawab.

Rissa berdalih, akun Facebook di mana foto telanjangnya beredar bukan miliknya kendati mengatasnamakan dirinya. Bahkan, Rissa juga diperas oleh pemilik akun dan meminta tebusan Rp1 juta. Foto Rissa diketahui di-upload ke Facebook pada 12 Februari 2016.

Rissa menambahkan, beredarnya foto-foto pribadinya berawal saat handphone miliknya digadaikan pada sebuah KSP di Kota Blitar. Namun, saat akan ditebus ternyata handphone miliknya sudah dilelang oleh KPS tersebut.

Kasatreskrim Polresta Blitar, AKP Dhanang Yudanto mengatakan, pihaknya akan melakukan penyelidikan terkait kasus beredarnya foto telanjang PNS di medsos. Pihaknya akan mendalami kasus tersebut dengan meminta keterangan dari korban.

Pihak korban berharap, aparat kepolisian segera membongkar kasus tersebut untuk mengetahui siapa pengunggah foto telanjang Rissa di medsos.*okezone

Rabu, 10 Desember 2014

Arsip Blog