-- Sido Muncul Store -- Aneka Produk Jamu, Obat, dan Suplemen Herbal dari Sido Muncul Store di Tokopedia
Tampilkan postingan dengan label arab saudi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label arab saudi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Januari 2018

Demi Rakyat, Arab Saudi Naikkan Gaji Tentara dan Pegawai Negeri

Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz mengeluarkan keputusan Kerajaan, Sabtu, 6 Januari 2018, isinya penghapusan beban keuangan rakyat dan kenaikan gaji pegawai negara.

Laporan Arab News, Sabtu, menyebutkan gaji pegawai negeri sipil dan tentara bakal dinaikkan hingga SR 1.000 atau Rp 3,5 juta. "Gaji mereka akan mengalami kenaikan Rp 3,5 juta, berlaku efektif Januari 2018," tulis Arab News.

Adapun anggota militer di gugus depan medan tempur akan mendapatkan tambahan bonus SR 5.000 atau sekitar Rp 17,8 juta per bulan.

Guna membantu biaya hidup bagi para penerima dana kesejahteraan dan pensiunan, Kerajaan akan memberikan uang bulanan ekstra SR 500 setara dengan Rp 1,7 juta tiap bulan.

"Dana tersebut diambil dari sisa anggaran belanja negara."

Sedangkan sesuai dengan keputusan Kerajaan, subsidi biaya studi bagi para mahasiswa dinaikkan 10 persen untuk 12 bulan ke depan. Soal pajak, warga Arab Saudi tidak perlu berkecil hati, seluruh pajak PPN akan ditanggung oleh Kerajaan. Semua itu demi kesejahteraan rakyat.tempo

Selasa, 27 September 2016

Anggaran Defisit, Gaji PNS di Arab Saudi Dipangkas

Arab Saudi mengumumkan pemangkasan gaji dan tunjangan pegawai pemerintah, yang dinilai sebagai langkah dramatis di tengah upaya untuk mengatasi defisit anggaran.

Berdasarkan dekrit kerajaan, pemerintah akan memotong gaji menteri hingga 20%, membatasi tunjangan lembur, liburan, dan tunjangan-tunjangan lain bagi pegawai negeri sipil.

Sementara itu tunjangan perumahan, perabotan dan mobil untuk 160 anggota Dewan Syuro -semacam dewan konsultatif- dipotong 15%

Ada 30 wanita di Dewan Syuro yang para anggotanya diangkat oleh Raja Salman yang memiliki tugas antara lain memberikan masukan ke kabinet.

Ini untuk pertama kalinya gaji pegawai negeri sipil dipangkas. Sekitar 75% angkatan kerja di Saudi bekerja di kantor-kantor pemerintah.

Defisit anggaran tahun lalu di negara tersebut mencapai US$100 miliar, yang merupakan defisit terbesar dalam sejarah, yang memaksa pemerintah memangkas belanja dan mencari pos-pos baru untuk mendongkrak penerimaan.

Selain memotong gaji dan tunjangan, pemerintah juga tidak akan lagi menyediakan kendaraan untuk para pejabat senior.

Banyak pengguna media sosial di Saudi yang mengatakan kecewa dengan langkah pemerintah memotong gaji PNS. Beberapa di antaranya mengatakan bahwa mereka merindukan masa-masa sejahtera di bawah kepemimpinan Raja Abdullah.

Ekonomi Saudi masih sangat tergantung pada penerimaan dari sektor minyak.*bbc

Selasa, 19 Mei 2015

Arab Saudi Cari 8 Algojo, Digaji Setara PNS

Pemerintah Arab Saudi mengiklankan lowongan kerja tak biasa. Mereka tengah mencari 8 orang pelaksana hukuman mati-- yang biasanya dilakukan dengan cara pemenggalan kepala di depan umum usai salat Jumat.

"Tak ada kualifikasi khusus yang dibutuhkan untuk pekerjaan ini. Tugas utamanya adalah 'melaksanakan hukuman mati', dan juga amputasi untuk pelaku kejahatan yang lebih kecil," demikian diberitakan Reuters yang dikutip Selasa (19/5/2015).

Iklan lowongan kerja ini dipasang di portal lowongan kerja di Kementerian Pegawai Negeri Arab Saudi. Disertai formulir aplikasi berformat PDF yang dapat diunggah.

Pekerjaan itu diklasifikasikan sebagai 'religious functionaries'. Mereka yang terpilih akan digaji seperti pegawai negeri sipil (PNS) dalam level terendah.

Arab Saudi berada di urutan ketiga, sesudah China dan Iran, dalam negara yang paling banyak menjatuhkan hukuman mati di dunia.

Urutan keempat dan kelima, menurut Amnesty International, adalah Irak dan Amerika Serikat.

Dalam catatan Amnesty pada Minggu 17 Mei, Arab Saudi menghukum mati orang ke-85. Sementara di sepanjang tahun 2014 mereka sudah mengeksekusi 88 orang.

Kebanyakan dari terpidana mati terkait kasus pembunuhan, tetapi 38 di antaranya terlibat kasus obat-obatan terlarang.

Lebih dari separuh terpidana mati adalah warga negara Arab Saudi sendiri, dan sisanya berasal dari Pakistan, Yaman, Suriah, Yordania, India, Indonesia, Burma, Chad, Eritrea, Filipina serta Sudan.

Pemerintah Arab Saudi tidak menjelaskan mengapa terjadi peningkatan jumlah eksekusi hukuman mati, tapi para diplomat menduga mungkin terkait penunjukkan hakim-hakim baru untuk mengurangi tumpukan kasus di pengadilan.*liputan6

Jumat, 30 Januari 2015

Raja Salman Naikkan Gaji PNS dan Rombak Menteri

Raja Salman mengeluarkan kebijakan untuk menaikkan gaji pegawai negeri sipil (PNS) di seluruh lingkungan kantor pemerintahan Arab Saudi. Hal itu ia lakukan setelah pelantikannya sebagai Raja Arab Saudi.

“Gaji bulanan PNS dan tentara di Arab Saudi akan dinaikkan. Saya meminta rakyat untuk mengingat saya dalam ibadah kalian,” ujar Raja Salman, seperti dialnsir Al Jazeera, Jumat (30/1/2015).

Selain itu, Raja Salman juga akan menaikkan tunjangan para pensiunan dan pemberian bonus bagi pelajar di negerinya. Pemerintah Arab Saudi juga akan memberikan beasiswa bagi pelajar yang berprestasi.

Cegah keputihan dan kanker serviks [lihat video gejala2 kanker serviks 
click here] bersama dr. Boyke Dian Nugraha, Sp.Og  click here

Kemudian Raja Salam akan merombak susunan kabinet di Arab Saudi. Ia mengganti Pangeran Khalid bin Bandar bin Abdul Aziz al Saud dari Kepala Intelijen Arab Saudi menjadi Duta Besar Arab Saudi untuk PBB.

Sedangkan Jenderal Khalid bin Ali bin Abdullah al Humaidan ditunjuk menjadi kepala badan intelijen. Selain itu, Raja Salman menunjuk Azzam bin Mohammed al Dakheel sebagai menteri pendidikan.

Raja Salman menyatakan akan menitikberatkan pembangunan pada sektor pendidikan. Ia berencana membangun universitas lebih banyak di seluruh Arab Saudi dan secara perlahan mengurangi kebergantungan negeri itu pada sektor minyak bumi.

Sedangkan dalam bidang hubungan luar negeri, Raja Salman menegaskan negerinya tetap mendukung Amerika Serikat dalam memerangi kelompok militan ISIS.

link sponsor
+ herbal khas banten atasi ejakulasi dini, dahsyat hasilnya,,, click here
+ paket cara cepat hamil,,, click here

Jumat, 26 Desember 2014

Harga Minyak Anjlok, Arab Saudi Potong Gaji PNS

Arab Saudi, Jumat (26/12), memproyeksikan defisit $39 miliar atau Rp 484,5 triliun pada tahun 2015 akibat anjloknya harga minyak di pasar global.

Keputusan Arab Saudi tidak memangkas produksi diperkirakan akan memberi tekanan pada keuangan negara, dan membuat Riyadh harus memangkas gaji pegawainya.

Dalam pernyataan resmi yang dibacakan televisi pemerintah, Kamis (14/12), defisit perdagangan Saudi Arabia dalah yang terbesar dalam sejarah.

Kementerian Keuangan Arab Saudi mengatakan pemerintah mencoba menghemat anggara dengan memotong gaji, upah, dan tunjangan, yang mewakili 50 persend ari total belanja negara.

Cegah keputihan dan kanker serviks bersama dr. Boyke Dian Nugraha, Sp.Og  click here

Langkah ini kemungkinan akan membuat marah masyarakat Arab Saudi, yang relatif telah menderita untuk menutupi biaya hidup sebagai akibat turunnya harga minyak.

Menurut Dana Moneter Internasional (IMF), sekitar dua per tiga penduduk Arab Saudi bekerja untuk pemerintah, alias pegawai negeri.

Anggaran 2015 mencakup $229 miliar pengeluaran, dan $190 miliar pendapatan. Arab Saudi akan coba menutupi kekurangan dengan menggali cadangan.

Beberapa ekonomi yakin defisit Arab Saudi tahun 2015, akibat turunnya harga minyak, jauh lebih besar dari perkiraan. Arab Saudi, masih menurut ekonom, cenderung meremehkan catatan keuangan masa lalu.

"Saya percaya kami sedang menuju tahun yang sulit," ujar Abdulwahab Abu-Dahesh, ekonom Arab Saudi kepada AFP. "Saya yakin defisit sebenarnya bukan $39 miliar, tapi $53 miliar, karena pendapatan akan lebih rendah dari perkiraan."

Arsip Blog