-- Sido Muncul Store -- Aneka Produk Jamu, Obat, dan Suplemen Herbal dari Sido Muncul Store di Tokopedia
Tampilkan postingan dengan label sarjana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sarjana. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Januari 2015

40 Persen PNS Pendidikan Sarjana

Data Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyebutkan, jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) di seluruh Indonesia saat ini mencapai 4.375.009 orang.

"Rinciannya, PNS di instansi pusat sebanyak 891.509 orang. Sedang di daerah sebanyak 3.471.296 orang," ujar Deputi Sumberdaya Manusia Aparatur KemenPAN-RB Setiawan Wangsaatmaja dalam paparannya.

Dia menyebutkan, untuk tingkat pendidikan secara nasional 40 persen PNS berpendidikan sarjana, dan 28 persen SMA. Sisanya lulusan di bawah SMA.

Khusus wilayah Sumatera, PNS lulusan sarjana sebanyak 39 persen, lulusan SLTA 29 persen. Dengan demikian, PNS lulusan di bawah SLTA untuk wilayah Sumatera masih cukup besar, yakni 32 persen.

Cegah keputihan dan kanker serviks bersama dr. Boyke Dian Nugraha, Sp.Og  click here

Untuk wilayah Maluku dan Papua lebih memprihatikan, dimana terbanyak PNS malah cuman lulusan SLTA yakni 37 persen. Yang sarjana hanya 34 persen.

Komposisi terbaik malah Sulawesi, dimana PNS yang sarjana mencapai 45 persen, sedang SLTA 29 persen. Ini mengalahkan Jawa yang lulusan sarjananya hanya 40 persen. Hanya saja, untuk wilayah Jawa, PNS berijazah diploma mencapai 28 persen. Artinya, sisanya lulusan SLTA ke bawah.

Dalam kesempatan yang sama, Setiawan juga menjelaskan, ke depan akan direkrut Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Hal ini sesuai ketentuan di UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN).

Nah, untuk PPPK ini nantinya juga akan mendapatkan NIP. "Namanya Nomor Induk Pegawai Perjanjian Kerja," pungkasnya.

Rabu, 04 Juni 2014

Sarjana Tak Ada Jurusan di CPNS Bisa Ikut Ngelamar

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi (Kemenpan-RB) akan memberikan kesempatan kepada para sarjana yang jurusannya tidak ada dalam formasi yang telah ditetapkan untuk mengisi jabatan tertentu.

Oleh karena itu, pemerintah akan mengalokasikan lima persen dari formasi calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada penerimaan tahun ini untuk para sarjana dari semua jurusan. Demikian seperti dikutip dari laman Setkab, Rabu (4/6/2014).

Disampaikan Menteri PAN-RB, Azwar Abubakar, ide ini terinspirasi dari sejumlah bank yang ternyata menerima semua pegawai dari semua jurusan.

"Bahkan, ada sarjana Teknik Nuklir yang pernah menjabat sebagai direktur utama sebuah bank BUMN, dan ternyata sukses," ungkap Azwar.

Menteri PAN-RB memahami dalam rekrutmen CPNS belakangan ini ada beberapa jurusan yang tidak ada formasinya. Karena itu, dalam rekrutmen CPNS dan Aparatur Sipil Negara (ASN) pada umumnya, tetap ada formasi untuk jabatan fungsional tertentu, dan akan dibuka formasi untuk semua jurusan.

"Jumlahnya tidak banyak, maksimal lima persen dari formasi. Jangan sampai mereka bilang, lulusan ini kok tidak ada formasinya," papar Azwar.

Sabtu, 01 Maret 2014

Pengumuman CPNS 2013 - Pemerintah butuh sarjana berkeahlian khusus jadi CPNS 2014

Pemerintah akan mengutamakan sarjana dengan keahlian khusus dalam perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2014. Ini mengacu pada Undang Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Dalam UU ASN yang baru kita dasarnya profesional, kita akan rekrut untuk fungsional tertentu,” ucap Deputi Sumber Daya Manusia Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Setiawan Wangsaatmaja, di Jakarta, Kamis (27/2).

Menurut Setiawan, pemerintah memang kekurangan orang untuk mengisi jabatan fungsional. Tahun ini, setidaknya akan ada 27 lowongan jabatan fungsional di Kementerian dan Lembaga.

“Seperti saat ini kami hanya ada seribu surveyor pemetaan, yang dibutuhkan sekitar 22 ribu orang. Kita butuh 1.500 Perancang undang-undang, sekarang masih 250 orang. Pengawas lingkungan hidup sekarang baru 800 orang, butuhnya 9.900 orang,” tambahnya.

Setiawan mengakui, tahun lalu, pemerintah kurang merekrut sarjana dengan keahlian khusus. Saat itu, lowongan jabatan fungsional sepi peminat atau tidak ada yang memenuhi kualifikasi.

“Tahun lalu, jabatan tidak terisi itu ada dokter umum, spesialis, dosen. Kemudian auditor, teknisi navigasi penerbangan, pamong budaya, rancangan perundang undangan, apoteker. Ini kurang melamar dan juga tidak tidak lulus karena tidak qualified,” katanya.



Powered By WizardRSS.com | Full Text RSS Feed | RFID | Amazon Affiliate

View the original article here

Arsip Blog