-- Sido Muncul Store -- Aneka Produk Jamu, Obat, dan Suplemen Herbal dari Sido Muncul Store di Tokopedia
Tampilkan postingan dengan label surabaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label surabaya. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 September 2016

Soal Status Kepegawaian, PNS Purabaya Tunggu Sikap Pemkot

Nasib pegawai negeri sipil (PNS) di UPT Terminal Purabaya hingga kini belum jelas. Hasil penjajakan yang dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya belum menjadi jaminan.

Sebab, meski sebagian besar pegawai menyatakan ingin menjadi pegawai pusat, keputusan tetap berpulang ke Pemkot Surabaya.

Hasil penjajakan kepada pegawai itu menjadi bahan pertimbangan pemkot dalam mengambil keputusan. Nantinya sikap pemkot diberikan menjelang pengambilalihan kewenangan tersebut.

Kasubbag Umum dan Kepegawaian Dishub Surabaya Syahril Murad menjelaskan, ada tahap yang harus dilakukan sebelum pengambilalihan berlangsung.

Yakni, pendataan personel, pembiayaan, peralatan, dan dokumen (P3D). PNS masuk bagian personel. ’’Pendataan sudah lengkap, termasuk aspirasi dari mereka,’’ tuturnya.

Data, lanjut dia, akan diolah dan diajukan ke Wali Kota Tri Rismaharini. Setelah itu, muncul kebijakan yang menetapkan status mereka. Apakah tetap menjadi pegawai daerah atau berpindah status.

’’Kami belum tahu hasilnya seperti apa,’’ katanya. Artinya, sebagian besar PNS Terminal Purabaya bisa gigit jari jika pemkot menetapkan mereka sebagai pegawai daerah.

Jika menjadi pegawai pemkot, saban bulan pegawai akan mendapatkan gaji pokok, tunjangan, dan uang makan. Kabarnya, kalau ikut pemerintah pusat, item yang didapat lebih banyak.

Antara lain, gaji pokok, tunjangan, uang makan, dan uang lembur. Namun, belum tentu total yang mereka dapatkan lebih besar jika berstatus pegawai pemkot.

Syahril berharap proses P3D tidak mengganggu kinera PNS di Terminal Purabaya. Perpindahan kewenangan merupakan hal biasa. Yang terpenting, layanan di terminal tersebut berlangsung dengan baik.

Plt Kepala UPT Terminal Purabaya Soesandi Ismawan menyatakan enggan memikirkan masalah status kepegawaian. Dia lebih sibuk memberikan semangat kepada jajarannya untuk melayani masyarakat.

Terminal Purabaya tetap beroperasi. ’’Kami tekankan agar layanan tetap maksimal seperti biasa,’’ ungkapnya.

Dia membenarkan bahwa sebagian PNS Surabaya memilih menjadi pegawai pusat. Namun, UPT hanya pelaksana di lapangan. Kebijakan tetap ada di pemkot.

’Kami menunggu kabar selanjutnya saja,’’ jelasnya. Pengambilalihan kewenangan pengelolaan terminal semakin santer setelah Wali Kota Tri Rismaharini menyatakan akan melepas terminal tersebut.

Bahkan, dia tidak akan meminta terminal itu untuk dikelola. Menurut rencana, perubahan tersebut terjadi per Oktober. Seluruh aset terminal menjadi milik pusat.

Tinggal status kepegawaian yang belum jelas. Apakah ikut pusat atau daerah. Penjajakan sudah dilakukan. Namun, keputusan tetap ada di tangan wali kota.*jawapos

Rabu, 10 Desember 2014

Dinyatakan Lolos Seleksi, Nasib 1.080 CPNS Honorer K2 Surabaya Tidak Jelas

Nasib sekitar 1.080 tenaga honorer daerah (Honda) Kategori II (K2)Kota Surabaya hingga kini belum jelas. Padahal, mereka telah dinyatakan lulus tes penyaringan sehingga menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) setahun lalu.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemkot Surabaya, Mia Santi Dewi mengatakan, belum turunya SK PNS untuk Honda K2 yang telah lolos seleksi pihaknya belum mengetahui. Ini dikarenakan hingga kini pihak BKN (Badan Kepegawaian Negara) Pusat juga belum memberikan keterangan apapun ke BKD Pemkot Surabaya soal nasib K2 tersebut.

"Jadi sekarang ini kami juga masih menunggu keputusan BKN Pusat soal K2, dan kami harapkan bulan ini sudah ada keputusan," kata Mia Santi Dewi, Selasa (9/12/2014).

Ads Sponsor
Cegah keputihan dan kanker serviks bersama dr. Boyke Dian Nugraha, Sp.Og  click here

Meski demikian, dikatakan Mia Santi Dewi, BKD Pemkot Surabaya terus melakukan update data K2 secara terus menerus.

Hal itu mengakibatkan jumlah K2 yang menunggu SK PNS mengalami perununan. Di mana sebelumnya jumlah K2 lolos seleksi Pemkot Surabaya mencapai 1.090 orang dari total jumlah honda K2 Pemkot Surabaya mencapai sekitar 3.200 orang.

Dari jumlah yang lolos seleksi CPNS tersebut tenaga Honda K2 mengalami penurunan menjadi sekitar 1080 orang. Penurunan jumlah K2 yang menunggu SK PNS tersebut disebabkan oleh beberapa kasus.

Di antaranya mengundurkan diri karena diterima di jalur umum, terkena sanksi pelanggaran disiplin tenaga honorer, dan kontrak habis.

"Kami tidak bisa menghalangi pencoretan sebagai K2 yang lolos CPNS untuk mereka yang mundur, dan itu semua kewenangan BKN Pusat," tutur Mia Santi Dewi.

Minggu, 30 November 2014

PNS Jatim Wajib Mahir Bahasa Inggris

Pemprov Jatim meminta seluruh pegawai negeri sipil (PNS) menguasai bahasa Inggris. Perintah tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jatim Akhmad Sukardi.

Menurut Sukardi, pentingnya PNS menguasai bahasa Inggris, karena bahasa internasional ini merupakan bahasa bisnis yang dipakai dalam dunia perdagangan.

"Nah, dengan akan diberlakukannya masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) tahun depan, kemampuan bahasa Inggris bagi seorang PNS sangat penting," ujarnya, Minggu (30/11/2014).

Dengan menguasai bahasa Inggris, kualitas dan kapasitas PNS di lingkungan Pemprov Jatim, kata Sukardi akan meningkat. Meningkatnya sumber daya manusia (SDM) ini menjadi hal yang tidak bisa ditawar dalam menghadapi MEA dan era globalisasi. Karena MEA merupakan era dimana perputaran barang dan jasa dengan mudah keluar masuk dari dan ke Indonesia dengan cepat.

"Dengan kualitas SDM, persaingannya juga sangat ketat. Makanya hanya individu yang kreatif dan punya skill di bidangnya yang dapat memenangkan persaingan di era globalisasi," tegas mantan Kepala Dispenda Jatim ini.

Kata Sukardi, sekitar tiga tahun lalu, Indonesia boleh bangga dengan cukup banyaknya orang luar negeri yang belajar dan kursus bahasa Indonesia. Mereka melakukan itu sejatinya agar SDM sejumlah negara di luar negeri tersebut benar-benar siap dalam menghadapi MEA dan era perdagangan bebas.

Sehingga kalau masyarakat Jatim tidak siap, pihaknya khawatir nanti hanya akan menjadi penonton saja.

"Degala sesuatunya harus disiapkan dengan serius, agar dapat memenangkan pertarungan tersebut dan menjadi tuan di negeri sendiri," imbuhnya.

Sukardi menilai salah satu faktor yang dapat membuat Provinsi Jatim yang memiliki 38 kabupaten/kota ini berdaya saing, para PNS muda yang punya bakat dan potensi akan dilibatkan untuk menjadi seorang entrepreneur baru.

Selain dilibatkan di bidang usaha, para PNS baru tersebut juga akan dilibatkan dalam bentuk pembuatan inovasi dan terobosan yang bermanfaat bagi Pemprov dan masyarakat Jatim.

"Jika semua itu kita lakukan, insyaallah Jatim akan siap menghadapi pertarungan saat MEA nanti diberlakukan," tandas mantan Asisten IV bidang Administrasi Umum Setdaprov Jatim ini.

Rabu, 26 November 2014

Guru Non-PNS Berharap Ketetapan Upah Minimum

Menjadi guru adalah pekerjaan idaman banyak orang. Selain memiliki gengsi tersendiri di tengah masyarakat, penghasilan guru hari ini juga menjamin kesejahteraan. Namun itu hanya berlaku untuk guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). 

Nasib berbeda 180 derajat dirasakan guru non-PNS, tak terkecuali di Jawa Timur (Jatim). Sekretaris DPD Federasi Guru Independen Indonesia (FGII) Jatim Bambang Triadmi  menyampaikan, hingga hari ini, masih ada guru di Jatim yang dibayar Rp 10 ribu per jam. 

“Ada juga yang tidak jelas bayarannya. Itu terjadi di madrasah. Memang, umumnya spirit mereka adalah pengabdian, balas budi terhadap kyai dan sebagainya. Tapi bagaimanapun, karena guru itu profesi, alangkah lebih baik itung-itungannya jelas,” ujar Bambang, Selasa (25/11).

Untuk menyelamatkan para guru non-PNS, menurut Bambang, diperlukan kebijakan pemerintah soal standardisasi upah minimum. Dengan begitu, menurut dia, sekolah sekecil apapun wajib memberikan gaji sesuai aturan yang berlaku.

“Tidak adanya standardisasi upah, honor itu biasanya ditentukan pihak yayasan atau sekolah ketika guru melamar. Dalam posisi itu, guru tidak punya bargaining karena dasar hukumnya tidak ada,” kata Bambang. 

Bambang berharap, peringatan Hari Guru tanggal 25 November bisa menjadi semangat bagi pemerintah baru untuk meningkatkan derajat hidup guru-guru non-PNS.


Senin, 14 Juli 2014

Rabu, Simulasi Tes CPNS dengan sistem CAT Digelar di Surabaya

Pemerintah bakal kembali menggelar simulasi tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dengan sistem Computer Assisted Test (CAT), pada hari Rabu tanggal 16 Juli 2014.

Kali ini giliran Kota Surabaya, tepatnya  di Airlangga Convention Center (ACC), Kampus C Universitas Airlangga (UNAIR) menjadi ajang sosialisasi sistem baru tes CPNS tersebut.

Kepala Bagian Komunikasi Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Suwardi mengatakan, simulasi CAT di Surabaya tersebut hanya berlangsung satu hari. 

Seperti simulasi CAT sebelumnya, setiap peserta diberikan waktu 10 menit untuk mengerjakan soal, dan ada jeda untuk persiapan sekitar dua hingga lima menit.  “Artinya, setiap laptop bisa digunakan 4 orang sampai 5 orang dalam satu jam,” ujarnya seperti ditulis dalam keterangan pers, di Jakarta, Senin (14/7/2014).

Untuk mendukung pelaksanaan simulasi CAT, panitia menyediakan minimum 50 unit laptop yang diperkirakan bisa menfasilitasi  1.500 sampai 2.000 orang peserta simulasi.

Menurut rencana, simulasi itu akan dibuka pada pukul 09.00 WIB, dan ditutup pukul 16.00 WIB, atau selama delapan jam. Bagi CPNS yang akan mengikuti simulasi CAT diminta untuk mendaftarkan terlebih dahulu secara online melalui http://id.jobsdb.co.id/kampus.  

“Untuk pengunjung yang mendapat nomor antrean di atas dua ribu, mungkin tidak akan kebagian. Hal ini perlu kami sampaikan, agar semua pihak memahami keterbatasan ini,” Wardi.

Simulasi CAT yang diadakan oleh Kementerian PANRB dan Badan Kepegawaian Negara, bekerjasama dengan JobsDB.com, dan MSI itu dijadwalkan berlangsung di enam kota, yakni Bandung (3-4 Juli), Semarang (12 Juli), Denpasar (14 Juli), Surabaya (16 Juli), Makassar (18 Juli), dan terakhir Medan tanggal 22 Juli 2014. Sebelumnya simulasi juga sudah dilaksanakan dua kali di Jakarta dan sekali di Bogor.

Simulasi ini dilakukan sebagai upaya untuk memperkenalkan sistem CAT kepada calon pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Pasalnya, dalam seleksi CPNS tahun ini seluruhnya akan menggunakan  sistem CAT, yang diyakini mampu mewujudkan transparansi  dan obyektivitas.

Berikut ini daftar 29 Pemerintah Daerah di Jawa Timur yang mendapatkan alokasi formasi CPNS 2014:
  1. Pemerintah Provinsi Jawa Timur
  2. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo
  3. Pemerintah Kabupaten Jombang
  4. Pemerintah Kabupaten Sampang
  5. Pemerintah Kabupaten Sumenep
  6. Pemerintah Kabupaten Bangkalan
  7. Pemerintah Kabupaten Bondowoso
  8. Pemerintah Kabupaten Pamekasan
  9. Pemerintah Kabupaten Situbondo
  10. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi
  11. Pemerintah Kabupaten Malang
  12. Pemerintah Kabupaten Pasuruan
  13. Pemerintah Kabupaten Probolinggo
  14. Pemerintah Kabupaten Lumajang
  15. Pemerintah Kabupaten Kediri
  16. Pemerintah Kabupaten Tulungagung
  17. Pemerintah Kabupaten Trenggalek
  18. Pemerintah Kabupaten Blitar
  19. Pemerintah Kabupaten Madiun
  20. Pemerintah Kabupaten Magetan
  21. Pemerintah Kabupaten Ponorogo
  22. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro
  23. Pemerintah Kabupaten Tuban
  24. Pemerintah Kabupaten Lamongan
  25. Pemerintah Kota Surabaya
  26. Pemerintah Kota Malang
  27. Pemerintah Kota Pasuruan
  28. Pemerintah Kota Blitar
  29. Pemerintah Kota Madiun

Arsip Blog