-- Sido Muncul Store -- Aneka Produk Jamu, Obat, dan Suplemen Herbal dari Sido Muncul Store di Tokopedia
Tampilkan postingan dengan label uighur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label uighur. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Juni 2015

Bentrok Berdarah di China Diduga Akibat PNS Dilarang Puasa

Sedikitnya 18 orang tewas dalam bentrokan di pos pemeriksaan polisi di daerah Xinjiang, China. Begitu laporan media Amerika Serikat.

Radio Free Asia melaporkan etnik Uighur menggunakan pisau dan bom untuk menyerang polisi setelah menerobos pos pemeriksaan.

Polisi bersenjata kemudian melakukan pengejaran dan melancarkan serangan balasan yang menewaskan para tersangka pelaku penyerangan.

Hingga kini pihak berwenang menolak memberikan komentar tentang peristiwa itu, tetapi staf rumah sakit di kota Kashgar, Xinjiang, mengatakan beberapa orang anggota kepolisian mengalami luka-luka dan mendapat perawatan di rumah sakit.

Kerusuhan sering terjadi di kawasan Xinjiang yang mayoritas penduduknya adalah etnik Uighur. Mereka mengatakan tindakan represif pemerintah pusat terhadap tradisi budaya dan agama menyulut kekerasan di sana.

Adapun kekerasan terbaru, menurut laporan-laporan media, kemungkinan dipicu oleh pembatasan yang diberlakukan kepada warga minoritas Uighur Muslim.

Selama Bulan Ramadan, China melarang pegawai negeri sipil, siswa dan guru berpuasa dan memerintahkan restoran tetap buka seperti biasa.

Larangan serupa juga berlaku bagi pegawai negeri sipil yang beragam Islam tahun lalu.*tribunnews

Selasa, 16 Juni 2015

PNS di China Kembali Diwajibkan Larang Warga Berpuasa Ramadan

Pegawai Negeri Sipil di wilayah Provinsi Xinjiang, China, kembali mendapat surat edaran dari Partai Komunis China. Pemerintah pusat mewajibkan mereka melarang setiap aktivitas Ramadan, termasuk puasa wajib bagi setiap umat muslim.

Diharapkan, para PNS, termasuk yang beragama Islam, agar membuat selebaran tertulis sampai menyampaikan langsung ke rumah-rumah warga tentang larangan tersebut.

"Sehingga warga tidak akan menghadiri aktivitas keagamaan dan tidak berpuasa selama Ramadan," tulis edaran tersebut seperti dikutip International Business Times, Selasa (17/6).

Xinjiang adalah wilayah yang didiami etnis minoritas Uighur. Mereka berdarah campuran mongol dan kazakh, serta nyaris 100 persen merupakan penganut Islam.

Hubungan warga Uighur dengan pemerintah China tak pernah akur. Orang Uighur dituding teroris yang ingin merongrong kedaulatan Negeri Tirai Bambu, lantas mendirikan negara Islam. Dua tahun terakhir, puluhan orang Uighur ditangkap karena dituduh terlibat insiden penusukan massal di beberapa kota besar China.

Juru bicara Kongres Uighur Sedunia, Dilxat Raxit, menyatakan tekanan pemerintah China pada muslim minoritas di Xinjiang terus meningkat saban tahun. Dia pun mengaku sudah membaca surat edaran larangan berpuasa yang disebarkan kepada para PNS di Xinjiang.

Dilxat, yang kini diasingkan ke Swedia, menegaskan bila China terus menekan orang Uighur maka radikalisme akan berkembang. "Orang-orang kami justru akan melawan lebih gigih bila terus diintimidasi," urainya.

Dalam laporan terpisah, utusan pemerintah China mendatangi restoran di Desa Jinghe, yang berbatasan dengan Kazakhstan. Warung makan mayoritas muslim di desa tersebut diminta tetap buka selama Ramadan.

Sedangkan tahun lalu, Pemerintah China melarang pelajar muslim di Provinsi Xinjiang berpuasa Ramadan. Mereka dipaksa makan di siang hari oleh otoritas lokal.

Total ada 20 juta umat muslim di Negeri Tirai Bambu. Tapi dibanding etnis lain, muslim paling menderita di China adalah warga Uighur. Tak cuma soal agama, mereka juga dilarang menggunakan bahasa Uighur. Situs budaya Uighur pun rutin dihancurkan oleh petugas Partai Komunis.*merdeka

Arsip Blog