-- Sido Muncul Store -- Aneka Produk Jamu, Obat, dan Suplemen Herbal dari Sido Muncul Store di Tokopedia

Senin, 28 Desember 2015

Noken, Tas Pengangkut Hasil Kebun Yang Kini Masuk Kantor

Indonesia merupakan negara yang kaya dengan keanekaragaman budaya di masing-masing daerahnya, termasuk dalam hal membuat kerajinan tangan.

Jika Pekalongan punya Batik dan Jepara punya hiasan ukiran kayu sebagai kerajinan asli daerahnya, maka secara garis besar masyarakat Papua dipersatukan dengan Noken sebagai pernak-pernik khas daerah.

Noken merupakan anyaman berbentuk tas yang bahan dasarnya diambil langsung dari alam seperti akar tanaman anggrek dan kulit-kulit pohon yang memiliki tekstur rapi untuk dianyam.

Tas ini mungkin tidak semewah dan setenar dua kerajinan tangan di atas, namun istimewanya noken adalah tas ini sangat multifungsi. Bagi mereka yang tinggal di daerah pegunungan Papua, sejak dulu noken dipakai untuk mengangkut hasil kebun seperti sayur dan petatas.

Noken dengan ukuran yang lebih besar kadang dipakai untuk membawa kayu bakar. Perlu diketahui, sebagian besar wilayah di pegunungan Papua masih banyak yang menggunakan kayu bakar sebagai alat masak. Sudah tentu untuk membawa kayu-kayu ini peran noken bisa dimaksimalkan.

Untuk mereka yang tinggal di daerah pesisir pantai seperti Jayapura, noken bisa digunakan untuk membawa kebutuhan pribadi seperti menaruh buku ataupun surat-surat berharga lainnya.

Itulah sedikit dari peran noken di beberapa tahun ke belakang bagi masyarakat Papua. Kini, situasinya terus berubah. Pergeseran jaman membuat noken dijadikan sebagai oleh-oleh khas Papua yang akan dibawa ke luar pulau. Tak sedikit pula yang menjadikannya sebagai hiasan dinding di rumah-rumah.

Bahkan kini setelah noken diakui UNESCO sebagai salah satu warisan budaya dunia pada Desember 2012 silam, Pemerintah Provinsi Papua di tahun 2015 mulai mewajibkan noken sebagai tas wajib yang harus digunakan oleh setiap Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada hari jumat.

Tujuannya sederhana, agar generasi penerus di Tanah Papua dapat selalu mengenal budaya asli daerahnya dan terus mempertahankan noken tetap eksis. Ya itulah noken, tas pengangkut hasil kebun yang kini masuk kantor.*harianpapua
Comments
0 Comments

0 comments:

Posting Komentar

Arsip Blog