-- Sido Muncul Store -- Aneka Produk Jamu, Obat, dan Suplemen Herbal dari Sido Muncul Store di Tokopedia
Tampilkan postingan dengan label dumai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dumai. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Agustus 2015

Pemko Dumai Pasrah Soal Tidak Ada Rekrutmen CPNS

Pemerintah Kota Dumai tahun ini hanya bisa pasrah perihal tidak adanya penerimaan calon aparat sipil negara (CASN) sesuai surat edaran dan penegasan dari Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB). 

Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Dumai (BKD) Dumai Sepranef Syamsir, kepada awak media mengatakan bahwa saat ini Pemerintah Kota Dumai masih kekurangan 1000 Pegawai Negeri Sipil (PNS). 60 persen kekurangan dinominasi oleh tenaga teknis. Sedangkan 40 persen tenaga kesehatan dan tenaga guru. 

"Kami hanya bisa pasrah tahun ini tidak bisa membuka lowongan CASN. Kekurangan yang dialami Pemko Dumai ini akan kita tutupi dengan memanfaatkan tenaga PNS yang ada saja. Tapi kalau memang ada penerimaan kita sudah siapkan berkasnya," jelasnya, Senin (10/8/15). 

Dikatakannya, selain sudah menyiapkan data kekurangan yang kini dibutuhkan oleh Pemerintah Kota Dumai, berkas data itupun siap dikirim jika penerimaan ASN kembali dibuka untuk tahun ini. Data itu berisikan tentang kekurangan tenaga yang dibutuhkan Pemko Dumai. 

"Jika sewaktu-waktu Menpan RB membuka lowongan kita sudah siapkan apa yang dibutuhkan Pemko Dumai. Dengan disiapkan dari sekarang, maka nantinya hanya tinggal menunggu jumlah kuota penerimaan ASN yang direkomendasikan Menpan RB untuk Pemko Dumai," jelasnya. 

Sepranef, juga menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak mepercayai informasi tentang adanya penerimaan ASN dari situs internet yang tidak jelas asal-usulnya. Kalaupun ada penerimaan ASN, tentunya akan diumumkan melalui situs resmi BKD Pemko Dumai. 

"Untuk tahun ini sudah jelas tidak ada penerimaan ASN di Pemko Dumai. Kalau masyarakat mengetahui ada penerimaan melalui internet jelas itu bohong. Kami imbau seluruh masyarakat untuk berhati-hati dan tidak mudah tertipu dari oknum-oknum tidak bertanggungjawab," pungkasnya.*riauterkini

Sabtu, 18 April 2015

92 CPNS Dumai Sumringah Terima SK Walikota

Sebanyak 92 orang Calon Pengawai Negeri Sipil (CPNS) tahun anggaran 2014 menerima Surat Keputusan (SK) dari Walikota Dumai Khairul Anwar, yang secara simbolis diserahkan oleh Wakil Walikota Dumai Agus Widayat, kemarin. 

Sontak penyerah SK itu membuat sumringah kepada 92 orang CPNS yang lulus. Pasalnya, mereka sudah berbulan-bulan menunggu penetapan Surat Keputusan (SK) dari Walikota Dumai. Dengan SK tersebut, terhitung Senin (20/4) sebanyak 92 CPNS tersebut sudah mulai bertugas. 

Kepala BKD Sepranef Syamsir, kepada awak media, Sabtu (18/4/15) mengatakan, sebelumnya memang 93 CPNS yang dinyatakan lulus, tetapi setelah seluruh berkas diseleksi ke BKD Provinsi Riau untuk mendapatkan Nomor Indentitas Pegawai (NIP) hanya 92 orang yang dikeluarkan. 

"Kemudian yang satunya lagi dianggap gagal karena persyaratan berkas tidak lengkap. Oleh karena itu diharapkan kepada yang lulus untuk bisa bekerja secara maksimal dan sesuai tugasnya di tempat masing-masing bekerja," ucapnya. 

Sebelum bertugas, kata Sepranef, pegawai baru tersebut diberikan pembekalan tentang pegawai, apa saja tupoksi, hak dan tanggungjawab mereka seperti apa, larangannya apa saja dan sebagainya. Tujuan pembekalan agar mereka mengerti serta dapat melaksanakan pekerjaan dengan baik dan benar. 

"Karena dalam tahap CPNS ini mereka akan dinilai kinerjanya apakah ada aturan yang dilanggar dimasa percobaan itu atau tidak. Apabila melakukan pelanggaran, maka siap-siap saja dikenakan sanksi dan akan lama mendapatkan SK PNS," ujarnya mengakhiri.

Senin, 12 Mei 2014

Soal Usulan 1001 CPNS 2014, Ketua DPRD Sarankan Pemko Dumai Utamakan Putra Daerah

Pemerintah Kota Dumai tahun ini mengusulkan 1001 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk mengisi berbagai formasi seperti bidang pendidikan, kesehatan dan tenaga teknis. Sedangkan porsi lebih besar itu diperuntukan untuk tenaga teknis.

Terkait hal itu, Ketua DPRD Dumai Zainal Effendi mengharapkan kepada Pemerintah Kota Dumai agar selalu mengutamakan putra-putri daerah dalam merekrut penerimaan CPNS 2014 ini. Dengan demikian, tentunya akan membantu mengurangi angka pengangguran.

''Saya minta penerimaan CPNS tahun ini mengutamakan putra daerah sebagaimana harapan Gubernur Riau Annas Maamun. Dengan mengakomodir putra-putri daerah bisa membantu program pengentasan angka pengangguran,'' harap Zainal.

Selain itu, Zainal Effendi juga mengharapkan kepada BKD Dumai agar bisa lebih memanfaatkan tenaga honorer lepas yang saat ini sudah bekerja di masing-masing SKPD di lingkungan Pemko Dumai. Sebab, secara tidak langsung tenaga honorer lepas itu sudah memiliki pengalaman di pemerintahan.

''Kami sarankan kepada kepala daerah dan pemerintah agar bisa mengutamakan tenaga honorer lepas untuk penerimaan CPNS 2014. Karena, menurut saya itu memudahkan dan memasimalkan program kerja pemerintah yang sudah berpengalaman,'' saran Ketua DPRD Dumai yang disampaikan kepada awak media belum lama ini.

Sebelumnya, Kepala BKD Kota Dumai Sepranef Syamsir kepada media mengatakan, pengusulan formasi CPNS 2014 ini untuk mencukupi kekurangan tenaga kesehatan, pendidikan dan tenaga teknis pemerintah daerah.

''Daerah ini saat ini masih mengalami kekurangan tiga bidang itu kalau masalah CPNS. Tapi, porsi yang besar itu kita buka untuk tenaga teknis, kedua tenaga pendidikan dan tenaga kesehatan,” ungkapnya.

Dijelaskannya, bahwa saat ini proposal pengajuan penambahan PNS dilingkungan Pemko Dumai sudah dikirimkan kepada Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara (Menpan) Reformasi dan Birokrasi (RB) Republik Indonesia.

''Proposal tersebut sudah kita sampaikan ke pemerintah pusat dengan jumlah kuota 1001 CPNS belum lama ini. Mudah-mudahan apa yang kita usulkan itu bisa diakomodir oleh pemerintah pusat,'' ujar Sepranef.

Dari jumlah 1001 CPNS yang diusulkan, kata Sepranef, 60 persen untuk mengisi tenaga teknis, 40 persen akan ditempatkan di bidang pendidikan dan kesehatan. Untuk jenjang pendidikannya, berdasarkan petunjuk dari Menpan dan BKN minimal jenjang pendidikan D3.

Menurut Sepranef, diajukan usulan penerimaan CPNS karena saat ini pemerintah kota Dumai kekurangan personil di berbagai formasi khususnya di bidang tenaga teknis, tenaga kesehatan, dan pendidikan. Serta untuk menggantikan PNS yang memasuki masa pensiun.

Kamis, 08 Mei 2014

BKD Dumai Usulkan 1001 CPNS di Tahun 2014

Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kota Dumai, Sepranef Syamsir menyatakan, tahun ini Pemerintah kota Dumai mengusulkan 1001 calon pegawai negeri sipil (CPNS) untuk mengisi berbagai formasi, seperti bidang pendidikan, kesehatan dan formasi tenaga teknis.

''Pemerintah Kota Dumai melalui BKD Kota Dumai tahun ini mengusulkan CPNS sebanyak 1001 untuk mengisi berbagai formasi, seperti bidang pendidikan, kesehatan dan formasi tenaga teknis,” ujar kepala BKD Dumai, Sepranef Syamsir kepada wartawan, Kamis (8/5/2014).

Menurut Sepranef, BKD Dumai sudah menyerahkan proposal usulan penambahan PNS kepada Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara (Menpan) Republik Indonesia.

''Proposal tersebut sudah kita sampaikan kepada Badan Kepegawaian Negara dan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara (BKN-Menpan) Republik Indonesia di Jakarta belum lama ini,'' tutup Sepranef.

Selasa, 29 April 2014

Pemkot Dumai Bayarkan Gaji Ribuan Honorer

Pemerintah Kota (Pemkot) Dumai, Provinsi Riau sejak Senin (28/4), mulai membayarkan gaji ribuan pengawai honorer dan tunjangan jabatan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) triwulan I 2014.

Kepala Bagian Administrasi dan Keuangan Setdako Dumai Arman menyatakan, teknis pembayaran dilaksanakan langsung oleh seluruh pejabat bendahara di masing-masing satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

"Anggaran daerah sudah bisa digunakan untuk seluruh kepentingan pembiayaan kegiatan pembangunan dan kepemerintahan. Namun teknis pelaksanaan dilakukan oleh pejabat bendahara di satuan kerja masing-masing," katanya di Dumai, Selasa (29/4).

Ini disebutkannya menyusul telah masuknya sejumlah pengajuan penggunaan anggaran untuk kepentingan pembayaran gaji honorer yang bekerja di lingkup instansi pemerintah setempat.

"Hampir seluruh SKPD sudah memasukkan pengajuan pencairan dana belanja pegawai ke bagian keuangan. Hal itu dilakukan untuk prosedur tertib administrasi penggunaan keuangan daerah," ucapnya.

Dia menjelaskan, pihaknya hanya berwenang melayani pengurusan administrasi proses pencairan keuangan daerah dan untuk selanjutnya akan diteruskan ke satuan kerja terkait.

"Seluruh kepentingan kegiatan pembangunan dan pemerintahan yang tertunda, saat ini sudah bisa dilakukan pembayaran. Kita harapkan semuanya berjalan dengan baik sesuai aturan berlaku," terangnya.

Pantauan wartawan di lapangan, pembayaran gaji honorer tersebut salah satunya terlihat pada kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Dumai di Jalan HR Subrantas, yang dilaksanakan langsung pejabat bendahara dengan tertib dan teratur.

"Akhirnya kami sudah bisa menerima honor kerja yang hampir empat bulan yang belum dibayarkan. Untuk mendapatkannya, terpaksa kami antri supaya tertib," ujar seorang honorer Dishub Kota Dumai, Ali.

Seperti diketahui, APBD Kota Dumai tahun 2014 mengalami penundaan penggunaan akibat tarik-ulur kepentingan kegiatan pembangunan antara pemerintah daerah dengan lembaga legislatif.

Rabu, 16 April 2014

Baru Pemprov dan Dua Daerah Ajukan CPNS Formasi 2014

Dua daerah yakni Kota Dumai, Kabupaten Indragiri Hulu serta Provinsi Riau sudah mengusulkan formasi CPNS 2014. Sisanya dideadline akhir April sudah selesai mengajukan formasi. 

"Sudah dua daerah ngajukan formasi termasuk Pemprov. Yang belum diharapkan paling lambat akhir April ini sudah mengajukan ke Menpan-RB," kata Kabid Administrasi Kepegawaian, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Riau, Hafrialdi Malik, Selasa (15/4/14). 

Masing-masing Kota Dumai 1001 orang, dengan rincian guru 100, tenaga kesehatan 276 serta tenaga teknik 625. 

Kemudian Indragiri Hulu, total formasi diajukan 807 orang. Untuk rincian, sampai sekarang BKD belum menerimanya. 

Ada pun untuk Pemrov, jumlah formasi mencapai 1100, dengan rincian guru 19 orang, tenaga kesehatan 489, tenaga teknis 592, 78 untuk atlet berprestasi. Formrasi atlet langsung ke Kemenpora janji daerah yg menyumbang emas di PON, tetap melalui mekanisme. Selain itu, Pemrov juga akan membukan lulusan SMA 176 orang. 

"Tahun ini Pemprov juga membuka untuk lulusan SMA," terangnya. 

Dijelaskan Malik, Mei mendatang Menpan-RB akan mengumumkan formasi setiap daerah, sesuai dengan kebutuhan daerah masing-masing. Sementara untuk seleksinya dijadwalkan pada Juni mendatang. 

"Yang jelas kita ajukan dulu, berapa kepastiannya Menpan yang memutuskan," ungkap Malik. 

Lebih lanjut papar Malik, untuk Kementerian dan lembaga dan Pemprov menggunakan sistem Computer Assisted Translation (CAT), sesuai dengan suarat edaran yang dikeluarkan BKN. Sedangkan LJK boleh digunakan jika mampu menampung CAT itu sendiri.

Arsip Blog