-- Sido Muncul Store -- Aneka Produk Jamu, Obat, dan Suplemen Herbal dari Sido Muncul Store di Tokopedia
Tampilkan postingan dengan label riau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label riau. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 Maret 2016

Diduga Bakar Lahan 3 Hektare, PNS Riau Ditangkap Polisi

Seorang pegawai negeri sipil Pemerintah Kabupaten Bengkalis ditangkap polisi karena diduga menjadi penyebab kebakaran lahan. Lahan seluas 3 hektare terbakar karena ulah PNS berinisial BP itu.

Kapolres Bengkalis Ajun Komisaris Besar Aloysius mengatakan, penangkapan BP bermula dari ditemukannya lahan seluas 3 hektare yang terbakar di Jalan Bantan, Bengkalis. Dari penelusuran yang dilakukan petugas serta keterangan sejumlah saksi, api berasal dari kebun milik BP.

"Petugas selanjutnya melakukan pencarian dan menemukan BP saat berada di kediamannya," kata Aloysius, Kamis (17/3) seperti diberitakan Antara.

BP menurut Aloysius mengakui perbuatannya saat diperiksa petugas. Namun hal itu tidak sengaja ia lakukan. BP semula membakar sampah sisa membersihkan kebun.

"Sampah yang dibakar ditinggal pulang sehingga menyebabkan kebakaran lahan," ujar Aloysius.

Namun meski tidak sengaja, polisi terus memproses kasus kebakaran hutan dan lahan ini. BP saat ini diamankan di Polres Bengkalis bersama barang bukti berupa kayu bakar, sarung tangan dan parang.

Sejak awal tahun ini, Polda Riau telah menetapkan 41 tersangka pembakar lahan dan hutan. Penangannya diserahkan ke masing-masing polres. 

Menurut Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Riau Ajun Komisaris Besar Guntur Aryo Tejo, Polres Dumai merupakan satuan yang menangani perkara pembakar lahan terbanyak dengan 16 tersangka.

Sementara itu Polres Siak menangani enam tersangka pembakar lahan, diikuti Pelalawan dan Rokan Hilir masing-masing lima tersangka. Selanjutnya Polres Indragiri Hilir dan Bengkalis masing-masing menangani empat tersangka pembakar lahan.

Guntur menjelaskan, dalam tiga bulan pertama 2016, tercatat 264,225 hektar lahan terbakar. Kabupaten Kepulauan Meranti merupakan wilayah dengan luas kebakaran yang cukup parah yakni 105,5 hektar. Angka tersebut merupakan yang terluas dibanding daerah lainnya.*cnn

Minggu, 31 Januari 2016

Bela-belain Bayar Rp55 Juta Agar Lulus PNS Jalur Khusus, 3 Warga Pekanbaru Malah Ketipu

Tiga orang warga Pekanbaru, Provinsi Riau melaporkan seorang wanita yang diduga oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS). Wanita tersebut dilaporkan atas tuduhan melakukan penipuan, dengan mengiming-imingkan lulus PNS jalur khusus, dengan membayar sejumlah uang.

Tiga orang warga Pekanbaru berinisial MT, UO dan RS, hanya bisa gigit jari setelah uang kontan yang ia serahkan dengan maksud sebagai pelicin agar lulus PNS jalur khusus, urung terjadi. Padahal, dana tersebut tidak sedikit, dimana perkepala dibanderol Rp55 juta.

Informasi yang dihimpun dari Mapolresta Pekanbaru, Minggu (31/1/2016) menyebutkan, bahwa awalnya ketiga warga tersebut berniat masuk sebagai PNS. Ketika itulah mereka ditawarkan oleh seorang wanita yang belakangan diketahui berisinial ZH alias Beti (52), dengan cara jalur khusus.

Beti menjanjikan bahwa mereka bisa saja lulus via jalur khusus, asalkan mau membayar 'uang pelicin' dengan patokan Rp55 juta per/orang. Bujuk rayu pun ditebar supaya MT, UO dan RS lengket dengan tawaran menggiurkan tersebut, sampai akhirnya mereka bertiga menyanggupi.

Namun apadaya, seiring berjalannya waktu, impian mereka bertiga untuk menjadi pegawai tidak juga terpenuhi, padahal uang sudah disetor kepada Beti. Setiap ditanya tentang kepastian janji tersebut, Beti kerap terkesan mengelak dan mengulur waktu, sampai akhirnya korban membawa kasus ini ke aparat berwajib.

"Sudah dilaporkan ke Polresta Pekanbaru. Adapun kejadiannya ini sudah cukup lama, yakni pada Agustus 2014 lalu. Tiga korban itu dijanjikan lowongan kerja masuk PNS SK Pemerintah Pusat melalui jalur khusus tanpa tes," urai Wakil Kepala Kepolisian Resor Kota Pekanbaru, AKBP Sugeng Putut Wicaksono.

"Kasus tersebut diduga lebih kepada unsur tindak pidana penipuan, kita sudah meminta keterangan korban serta beberapa orang saksi untuk kepentingan penyelidikan. Pada kasus tersebut, total kerugian ditaksir mencapai Rp220 juta," tukas Sugeng, Minggu siang.*goriau

Rabu, 20 Januari 2016

Riau Butuh 2000 PNS Di 2016

Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Riau telah meminta pengajuan 2000 PNS kepada Kemenpan-RB untuk Riau. Namun hingga kini belum ada tanggapan dari Kementerian.

Pengajuan formasi PNS tahun ini lebih banyak di bidang kesehatan untuk rumah sakit milik daerah. Sebab kata Kepala BKD Provinsi Riau, Asrizal, Riau sangat kekurangan pegawai dari bidang kesehatan.

"Dari 2000 PNS yang kita minta, 600 itu kita minta dari tenaga medis atau kesehatan. Bidang ini yang paling besar kita minta karena kita sangat kekurangan tenaga kesehatan di rumah sakit daerah yang kita punya," kata Asrizal ketika ditemui di ruang kerjanya, Rabu (20/1/2016).

Ada 3 Rumah Sakit Daerah di Riau yakni RSUD Arifin Ahmad, RSUD Petala Bumi dan RSJ Tampan. Menurutnya di 3 rumah sakit ini terdapat kekurangan pegawai di semua bidang kesehatan.

"Mulai dokter umum, dokter spesialis, perawat, maupun yang lainnya," ujarnya singkat.

Permintaan pegawai pada 3 rumah sakit daerah ini kata dia merupakan upaya daerah untuk mempertahankan serta meningkatkan akreditasi rumah sakit daerah.

"Untuk RSUD Arifin Ahmad dan RSJ Tampan itu akreditasinya A. Tentu kita harus pertahankan ini. Sedangkan RSUD Petala Bumi itu akreditasinya C. Nah ini yang akan kita upayakan naik dengan cara inilah salah satunya," terang Asrizal.

Untuk 1400 pegawai lainnya renacananya akan ditempatkan di semua sektor yang kekurangan pegawai. "Sebagian ada di sektor pendidikan maupun pemerintahan. Itu tersebar," pungkasnya.

Namun hingga kini Asrizal tak bisa memastikan berapa jumlah PNS yang akan dikabulkan oleh kementerian. Hal tersebut menurutnya ditentukan oleh kementerian dengan berbagai pertimbangan.

Dirinya berharap jumlah yang dikabulkan dapat optimal untuk ditempatkan di bidang yang kekurangan pegawai ahli.

"Yang jelas kita harap kementerian dapat mengabulkan sesuai dengan permintaan kita," tandasnya.*riauonline

Senin, 09 Maret 2015

13.400 PNS Di Riau Belum Punya Rumah

Sebanyak 13.400 pegawai negeri sipil di Provinsi Riau diketahui belum memiliki rumah pribadi hingga saat ini.

Data ini disampaikan Arlis, pengembang perumahan yang tergabung dalam Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Indonesia (Apersi) wilayah Riau.

"Jadi dengan banyaknya PNS yang belum memiliki rumah, ada potensi pengembangan sektor properti yang sangat besar di sini" katanya, Sabtu (7/3/2015).

Pihaknya optimistis beberapa program yang disiapkan pemerintah seperti FLPP dan keringanan down payment (DP) sebesar 1% bagi PNS, akan mendorong pertumbuhan bisnis properti.

Selain itu, ada juga potensi pertumbuhan dari sektor pekerja swasta, yang juga membutuhkan rumah di Pekanbaru.

Menurut Arlis, pengembang perumahan selalu siap mendukung program pemerintah dalam menyediakan tempat tinggal yang layak bagi masyarakat.

"Kami siap mendukung program pemerintah, kami juga berharap pemerintah memerhatikan berbagai masalah yang terjadi dalam menjalankan program tersebut," katanya.

Kamis, 22 Januari 2015

Seratus Honorer K2 Riau Terancam Batal Diangkat CPNS

Penantian panjang 100 honorer kategori dua (K2) Pemprov Riau untuk mendapatkan Nomor Induk Pegawai, sepertinya di ujung tanduk. Jika Plt Gubernur Riau Arsyadjualiandi Rahman tak kunjung menandatangani Surat Pertanggungjawaban Mutlak (SPTJM) yang menjadi syarat wajib, maka mereka bisa saja dicoret dari daftar yang lulus CPNS.

Akhir Desember lalu, sebenarnya kabar baik sudah berembus. Andi -- sapaan Plt Gubri -- disebut sudah bersedia menandatangani SPTJM untuk honorer K2. Namun ternyata, surat itu dikembalikan BKN.

"Mereka pakai format yang salah," kata Kabiro Humas BKN Tumpak Hutabarat.

"Kami tolak dan kembalikan untuk diperbaiki," tambahnya.

Dengan demikian, hingga saat ini SPTJM honorer K2 Pemprov Riau masih belum dikantongi BKN. Proses yang begitu lambat dan ketakutan Andi selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK), sangat disayangkan pihak BKN.

Cegah keputihan dan kanker serviks [lihat video gejala2 kanker serviks 
click here] bersama dr. Boyke Dian Nugraha, Sp.Og  click here

Padahal sesuai dalam Surat Edaran Menpan-RB tahun 2010 sudah tegas mengamanatkan SPTJM sebagai salah satu syarat wajib. Hal itu harus dijamin PPK dengan format dan redaksional yang ditetapkan BKN.

"Kami harus tegas. Jika tidak melampirkannya, maka NIP-nya tidak akan diberikan," kata Tumpak.

"Karena yang terakhir anggaran 2014, sedangkan sekarang anggaran 2015, maka tidak tertutup kemungkinan formasinya tidak berlaku lagi," jelasnya.

Pejabat eselon II BKN itu mengatakan, jika tidak mendapat NIP maka yang paling rugi adalah para honorer K2. Karena sebenarnya mereka sudah lulus sebagai pegawai negeri dan hanya tinggal menunggu keberanian kepala daerahnya saja.

Seharusnya PPK tidak perlu khawatir menandatangani SPTJM, jika meyakini tidak ada masalah dalam database honorer K2 mereka.

"Lagipula, jika ada masalah maka yang kena si honorer itu dulu," kata Tumpak.‬
"Lagipula sebelum sampai ke PPK harusnya sudah ada investigasi berkas di berbagai tingkatan," ujarnya lagi.

SPTJM bagi sekitar 100 honorer K2 Pemprov Riau yang dinyatakan lulus CPNS ini kata Tumpak, sebenarnya sudah melewati batas waktu pada November tahun lalu.

Namun BKN masih memberikan dispensasi waktu pada Pemprov Riau. Jika dispensasi itu tidak diakomodir segera, maka BKN akan bertindak lebih tegas.

"Deadlinenya sudah habis, segera tandatangani SPTJM tersebut atau tak dikeluarkan NIP sama sekali,'' tegas Tumpak.

Ketegasan ini kata Tumpak, juga berlaku bagi honorer K2 di Kabupaten Kepulauan Meranti. SPTJM mereka juga belum ditandatangani Bupati Meranti. Saat ditagih BKN, jawabannya justru menunggu Pemprov Riau.

"Katanya nanti dululah Pak, nunggu Plt Gubri tandatangan," cerita Tumpak.

"Ini sama saja. Kalau tak tandatangan, tak akan diangkat menjadi CPNS dan tidak keluar NIP-nya,'' tegas Tumpak.

Sementara Kepala BKD Riau, M Guntur, mengakui SPTJM yang sebelumnya telah ditandatangani Plt Gubri Andi, dikembalikan pihak BKN.

"Tapi kami tidak terima disebut gunakan format yang salah," kata Guntur.

Format surat ini hanya diubah, karena didalamnya memuat ketentuan bahwa Plt Gubri siap disanksi pidana bila ditemukan ada honorer K2 yang palsu alias bodong.

Siapapun orangnya kata Guntur, pasti tidak akan berani diancam pidana untuk sesuatu yang bukan tanggungjawabnya.

"Itu yang kita tolak. Karena honorer K2 ini ada yang dari tahun 2005. Kenapa jika bermasalah yang menanggungnya harus pejabat saat ini?," kata Guntur.

"Makanya format SPTJM ini isinya diubah sedikit bahwa yang bertanggungjawab adalah masing-masing. Itu yang ditolak BKN," jelas Guntur.

Lalu apa solusi Pemprov Riau? "Kami akan menyelesaikan masalah ini dengan otoritas yang lebih tinggi. Kalau perlu sampai Presiden," tegasnya.

Guntur juga mempertanyakan ancaman BKN yang tidak akan mengeluarkan NIP atau bahkan tidak mengangkat honorer K2 yang sudah lulus menjadi CPNS.

"Dasar hukumnya apa? di UU tidak ada syarat perihal SPTJM itu. Harusnya jangan main ancam seperti itulah. Kita harus cari solusinya bersama," kata Guntur.

"Mereka sudah dites, lulus dan tiba-tiba muncul syarat itu dan ini termasuk SPTJM," ujar Guntur.

link sponsor
+ herbal khas banten atasi ejakulasi dini, dahsyat hasilnya,,, click here
+ paket cara cepat hamil,,, click here

Selasa, 16 Desember 2014

152 Tenaga Honorer di Inhil Terima SK Pengangkatan PNS

Sebanyak 152 tenaga honorer di Lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) telah menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan Pegawai Negeri Sipil (PNS), dimana SK diserahkan langsung oleh Bupati Inhil, HM Wardan di Gedung Olahraga Tasik Gemilang Tembilahan, Senin (15/12/14).

Penyerahan SK PNS yang sekaligus pengambilan sumpah dan janji ini dihadiri oleh para Staf Ahli Bupati, Asisten, serta pejabat eselon di lingkungan Pemkab Inhil.

Pada kesempatan itu, HM Wardan berpesan kepada seluruh PNS yang baru menerima SK untuk terus bekerja maksimal serta terus meningkatkan kinerja masing-masing dalam melaksanakan amanah sebagai pelayan sekaligus abdi masyarakat.

''Terus kembangkan kemampuan yang ada dalam diri,'' ujar Bupati.

AdChoice
Cegah keputihan dan kanker serviks bersama dr. Boyke Dian Nugraha, Sp.Og  click here

Mantan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau ini juga berharap, momentum ini dapat dijadikan kesempatan bagi para PNS yang baru diangkat untuk mengejar prestasi kerja.

''Bagi yang rajin dan berprestasi tentu kita berikan reward, begitu juga sebaliknya, bagi yang malas tentu kita berikan punishment,'' Bupati mengingatkan.

Untuk diketahui juga, dari 152 PNS yang diangkat ini terdiri dari tenaga honorer K1 sebanyak 109 orang yang merupakan 9 tenaga guru, 6tenaga kesehatan dan 94 tenaga tehnik. Kemudian, ditambah 43 orang yang belum diambil sumpah dan janjinya beberapa waktu lalu, namun selama ini sudah bekerja di beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Jumat, 05 Desember 2014

BKN Belum Beri Solusi, Nasib Honorer K2 CPNS Pemprov Riau Makin Tak Jelas

Nasib pegawai honorer kategori dua (K2) di Lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau makin tak jelas. Badan Kepegawaian Nasional (BKN) masih ngotot dengan Surat Pernyataan Mutlak Kepala Daerah.

Setidaknya ada 100 honorer K2 yang terus mempertanyakan nasib Nomor Induk Pegawai (NIP) mereka kepada Pemprov Riau dan Pemerintah Pusat. Namun mereka yang lulus pada tes CPNS K2 tahun 2013 lalu tidak kunjung ditetapkan sebagai PNS.

Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memperparah penantian honorer yang sudah cukup panjang. Dalam hal ini, Pemprov Riau tetap berjanji memberikan yang terbaik untuk calon aparatur pemerintah tersebut.

Ads
Cegah keputihan dan kanker serviks bersama dr. Boyke Dian Nugraha, Sp.Og  click here

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Riau M Guntur mengatakan, pihaknya telah berkali-kali melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat. "Kita juga terus berkoordinasi dan mencarikan solusi. Diharap untuk bersabar," ujar Guntur.

Sejauh ini, BKN masih bertahan dengan persyaratan administrasi tersebut untuk pengurusan NIP. Permasalahan pernyataan mutlak itu tidak hanya dikeluhkan Riau. Sebagian besar daerah dan beberapa kementerian juga mempermasalahkan hal tersebut.

Rabu, 27 Agustus 2014

29 Formasi CPNS Riau untuk Lulusan SMA-SMK

Perjuangan Pemerintah Provinsi Riau mengusulkan formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) dari lulusan SMA disetujui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN RB). Sehingga, bisa dipastikan tahun ini para lulusan SMA mendapatkan kesempatan yang sama menjadi aparatur pemerintah. Berdasarkan situs website Panselnas, Pemprov Riau menerima 29 orang tamatan SMA/SMK.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Riau M. Guntur menyampaikan, kepastian itu diperoleh berdasarkan hasil koordinasi dengan pemerintah pusat.

"Ya kami baru saja menjemput formasi yang telah diteken menteri. Alhamdulillah usulan kita untuk merekrut CPNS dari lulusan SMA diakomodir pusat," ungkapnya kepada Riau Pos (Grup JPNN), Rabu (27/8) malam.

Namun, ia belum mengetahui rincian formasi untuk lulusan SMA. Berdasarkan pengumuman formasi di website panselnas.menpan.go.id usulan formasi untuk tingkat SMA/SMK di Riau jumlahnya mencapai 29 orang. Sebanyak 23 orang untuk tamatan SMA dan enam orang untuk tamatan SMK jurusan mesin.

Di situs tersebut diumumkan berkaitan formasi pengadministrasi umum diperlukan 4 orang. Sebanyak dua orang akan ditempatkan di BKD, dan dua orang di Sekretariat Daerah (Setda). Kemudian formasi untuk Satuan Polisi Pamong Praja Pelaksana Pemula sebanyak delapan orang. Sedangkan untuk formasi Pranata Komputer Pelaksana Pemula 11 orang yang diperlukan untuk lima orang di Setda, dua dinas pekerjaan umum dan empat di dinas pariwisata.

Selanjutnya formasi Penguji Kendaraan Bermotor Pelaksana Pemula khusus untuk tamatan SMK/Mesin sebanyak enam orang. Ini diperlukan untuk empat orang di Dispenda dan dua Dishub.

Jumat, 30 Mei 2014

15 Dokter Daerah Terpencil Rokan Hulu Diajukan CPNS dari Jalur Khusus

Tahun ini, sedikitnya 15 dokter Pegawai Tidak Tetap (PTT) pusat dan daerah bertugas di daerah terpencil, sangat terpencil dan perbatasan di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) diajukan ke Badan Kepegawaian Negera (BKN) Pusat untuk sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) melalui jalur khusus, sesuai PP 56 tahun 2013.

Kepala BKD Rohul Sri Mulyati melalui Kabid Perencanaan dan Kepegawaian Henny Widyastuti mengungkapkan dari 15 dokter PTT diajukan sebagai CPNS jalur khusus terdiri 10 dokter umum, 1 dokter spesialis dan 4 dokter gigi.

"Sesuai PP dan BKN nomor 9 tahun 2014, syaratnya mereka harus bertugas sebagai dokter PTT pusat maupun daerah," kata Henny.

Diakuinya, dokter PTT yang akan diangkat sebagai CPNS tidak dilihat dari masa bhaktinya. Syarat umum, usia maksimal 46 tahun terhitung Januari 2006 dan mereka harus bersedia ditempatkan di daerah terpencil dan perbatasan sekurangnya 5 tahun dan tidak bisa meminta pindah tugas.

"Mereka juga membuat surat pernyataan diatas materai serta ditandatangani," ujarnya.

Penerimaan CPNS 15 dokter PTT daerah terpencil, diakui Henny sudah dimumkan. Prosesnya sendiri sudah berjalan sejak 2012 dan sebelumnya sudah diajukan BKD Rohul ke Kemenpan RB, namun baru Februari 2014 terbit formasi dokter PTT.

"Berkas sebagian calon sedang disusun. Setelah itu akan dilakukan proses entry di BKD Rohul dan kemudian seluruh berkas diserahkan ke BKN di Jakarta," terang Henny dan mengakui awalnya ada 16 dokter PTT, namun seorang dokter mengundurkan diri dan menjadi 15 dokter.

Jumat, 23 Mei 2014

Sering Tertangkap, Apakah Pegawai Pemprov Riau Tipikal PNS 'Kedai Kopi'?

Sering tertangkapnya Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau pada saat jam kerja harus menjadi evaluasi mendasar bagi pimpinan masing-masing satuan kerja (satker). Dimana harus ada ketegasan terkait izin keluar bagi PNS pada saat jam-jam kerja.

Parahnya, para pegawai tersebut lebih sering dijumpai pada tempat perbelanjaan dan kedai-kedai kopi. Muncul pertanyaan, bagaimana penguatan yang dilakukan masing-masing pimpinan satker untuk pengetatan dan pengawasan jam kerja pegawai?

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Riau, M Guntur, Kamis (22/5/2014), mengatakan, semua itu kembali kepada tipikal masing-masing pegawai itu sendiri. "Apakah memang pegawai kita ini memiliki tipikal PNS 'kedai kopi'?," tanya Guntur.

Dijelaskan Guntur, memang sudah ada riset yang mengatakan bahwa PNS di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau (Kepri) lebih sering nongkrong di kedai kopi. "Atau memang adanya faktor kemalasan," tambah Guntur.

Rabu (21/5/2014) kemarin, sebanyak 37 PNS di Lingkungan Pemprov Riau ditangkap Satpol PP Riau di tempat yang berbeda-beda. Semuanya didata di tempat dan untuk selanjutnya diberi teguran.

Selasa, 20 Mei 2014

Berakhir Mei, Lima Daerah Riau Belum Juga Serahkan Formasi CPNS 2014

Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Riau kembali menerima usulan formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari dua daerah. Yakni, Kota Pekanbaru dan Kabupaten Rokan Hilir.

Dengan begitu, sudah ada tujuh daerah yang sudah mengusulkan formasi tersebut. Sementara lima daerah lagi belum ada kabar. 

"Total semua ada 7 daerah, ada tambahan dua daerah kita terima dari Pekanbaru dan Rohil," kata Kepala BKD Riau Muhammad Guntur, di kantor gubernur, Selasa (20/5/14). 

Guntur mengaku belum tahu alasan kenapa 5 daerah tersebut belum juga mengajukan formasi. Pada hal, akhir Mei mendatang merupakan batas akhir pengajuan formasi CPNS dari Kemenpan-RB. Pada hal batas akhir Mei tersebut sudah diperpanjang dari batas akhir April lalu. 

"Memang habisnya itu akhir bulan ini. Kita tidak tahu alasanya apa. Yang jelas kalau memang tak juga mengajukan, berarti daerah terkait tidak menerima CPNS," ungkap Guntur. 

Dipaparkanya, total rekapitulasi usulan formasi CPNS yang diajukan saat ini berjumlah 13.890 orang. Diantaranya, Rohil 3.724, Bengkalis 3.626 orang, Pekanbaru 2.296 orang, Siak 2.001 orang, Dumai 1.001, Inhu usulan 807 orang, Inhil 345 orang. 

Sementara untuk untuk Provinsi Riau mengusulkan sebanyak 1.100, tenaga pendidik 19 orang, tenaga kesehatan 489, tenaga teknis, 592, untuk tamatan SMA akan diterima sebanyak 176, dan 78 CPNS akan diberikan bagi atlet beprestasi.

Senin, 12 Mei 2014

Launching KPE, Bank Riau Kepri Pilihan Utama Transaksi Perbankan PNS Meranti

Bank Riau Kepri kerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti dan Badan Kepegawaian Negara me-launching¬ Kartu Pegawai Elektronik (KPE) di Kantor Bupati Kepulauan meranti, Senin (12/05) lalu. Kartu Pegawai Elektronik Pegawai Negeri Sipil atau yang akrab dikenal KPE PNS ini di¬-launching¬ guna memberikan kemudahan bagi Pegawai Negri Sipil di lingkungan Kabupaten Kepulauan Meranti untuk memperoleh pelayanan, bukan saja masalah kepegawaian, namun juga kemudahan untuk perubahan status, perubahan data keluarga, serta fasilitas lainnya.

Launching KPE yang dilaksanakan di Kantor Bupati setelah terlebih dahulu dilaksanakan apel pagi peringatan Hari Pendidikan Nasional, dihadiri oleh Deputi INKA BKN Pusat Edy Wahyono, Direktur Jaringan dan Kepegawaian BKN Pusat Iwan Hermanto, Sekda Kepulauan Meranti Iqaruddin, Direktur Dana Dan Jasa Bank Riau Kepri Nizam, BKD Provinsi Asrizal, Pemimpin Divisi Produk dan Jasa Syamsul Bakri, Pimpinan Bank Riau Kepri Cabang Selatpanjang Burhan, unsur Muspida, Kepala Badan serta Dinas dan tamu undangan lainnya. 

Deputi INKA BKN Pusat, Edy Wahyono, mengatakan bahwa implementasi KPE ini merupakan program nasional BKN untuk memberikan pelayanan kepada PNS, guna meningkatkan kinerja serta memberikan kepastian data mereka selama menjadi PNS di propinsi dan kota di Indonesia. 

“Kartu Pegawai (Karpeg) yang sebelumnya hanya untuk indentitas PNS, tapi dengan KPE ini maka chip yang ada didalam kartu menyimpan informasi dan data PNS bersangkutan. Artinya tidak ada lagi pemalsuan data, karena PNS itu sendiri yang menggunakan Kartu nya. Disamping itu, KPE ini juga sebagai kartu Multiguna yang dapat mengakses fasilitas layanan di Bank Riau Kepri ”ungkapnya. 

Sekda Kepulauan Meranti, Iqaruddin, mengaku dengan sistem KPE sangat membantu dan memebrikan kemudahan bagi PNS dilingkungan Pemkab Meranti. "Kerjasama ini sangat baik. Karena akan semakin memberikan kemudahan bagi PNS nantinya dalam berbagai hal seperti menyimpan uang, melakukan transaksi dan kecanggihan Kartu Kepegawaian (Karpeg)," katanya.

Sementara, Direktur Dana dan Jasa Bank Riau Kepri, Nizam, usai acara menjelaskan bahwa Bank Riau Kepri telah memilki banyak fitur-fitur layanan perbankan yang bisa diakses dengan menggunakan KPE yang terintegrasi dengan kartu ATM Bank Riau Kepri, sehingga nantinya dapat dinikmati oleh PNS di Kabupaten Kepulauan Meranti.

“Fitur yang diberikan antara lain berfungsi sebagai Kartu ATM yang dapat di gunakan diseluruh ATM Bank Riau Kepri, ATM Bersama, ATM Malaysia Electronic Payment System (MEPS) dan ATM Prima dengan berbagai fasilitas menu. Selain itu juga dapat digunakan sebagai alat pembayaran tagihan Telepon, listrik, Merchant, dan sebagai kartu Debit”, ungkapnya. 

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa di dalam KPE PNS itu sendiri ada dua pembaca data disana yakni menggunakan chip dan magnetik. Pembuatan kartu tersebut juga menjadi tanggung jawab pihak Bank Riau Kepri atas setiap PNS yang akan diberikan. 

"Kita mengeluarkan anggaran Rp 500 ribu tiap KPE tersebut dan memberikannya secara cuma-cuma kepada PNS. nantinya untuk mendukung penggunaan KPE tersebut, kita akan mengusulkan pembangunan ATM KPE di Selatpanjang, termasuk mesin pembaca barkode. Sehingga memudahkan pemilik kartu yang akan menggunakannya, termasuk mengupdate data pemegang KPE," ujarnya. 

Dalam launching kali ini, juga dilakukan penyerahan simbolis KPE sejumlah pejabat, termasuk melakukan demonstrasi pemanfaatan KPE tersebut seperti transfer pulsa, transfer uang dan pengecekan saldo serta lainnya.


Soal Usulan 1001 CPNS 2014, Ketua DPRD Sarankan Pemko Dumai Utamakan Putra Daerah

Pemerintah Kota Dumai tahun ini mengusulkan 1001 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk mengisi berbagai formasi seperti bidang pendidikan, kesehatan dan tenaga teknis. Sedangkan porsi lebih besar itu diperuntukan untuk tenaga teknis.

Terkait hal itu, Ketua DPRD Dumai Zainal Effendi mengharapkan kepada Pemerintah Kota Dumai agar selalu mengutamakan putra-putri daerah dalam merekrut penerimaan CPNS 2014 ini. Dengan demikian, tentunya akan membantu mengurangi angka pengangguran.

''Saya minta penerimaan CPNS tahun ini mengutamakan putra daerah sebagaimana harapan Gubernur Riau Annas Maamun. Dengan mengakomodir putra-putri daerah bisa membantu program pengentasan angka pengangguran,'' harap Zainal.

Selain itu, Zainal Effendi juga mengharapkan kepada BKD Dumai agar bisa lebih memanfaatkan tenaga honorer lepas yang saat ini sudah bekerja di masing-masing SKPD di lingkungan Pemko Dumai. Sebab, secara tidak langsung tenaga honorer lepas itu sudah memiliki pengalaman di pemerintahan.

''Kami sarankan kepada kepala daerah dan pemerintah agar bisa mengutamakan tenaga honorer lepas untuk penerimaan CPNS 2014. Karena, menurut saya itu memudahkan dan memasimalkan program kerja pemerintah yang sudah berpengalaman,'' saran Ketua DPRD Dumai yang disampaikan kepada awak media belum lama ini.

Sebelumnya, Kepala BKD Kota Dumai Sepranef Syamsir kepada media mengatakan, pengusulan formasi CPNS 2014 ini untuk mencukupi kekurangan tenaga kesehatan, pendidikan dan tenaga teknis pemerintah daerah.

''Daerah ini saat ini masih mengalami kekurangan tiga bidang itu kalau masalah CPNS. Tapi, porsi yang besar itu kita buka untuk tenaga teknis, kedua tenaga pendidikan dan tenaga kesehatan,” ungkapnya.

Dijelaskannya, bahwa saat ini proposal pengajuan penambahan PNS dilingkungan Pemko Dumai sudah dikirimkan kepada Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara (Menpan) Reformasi dan Birokrasi (RB) Republik Indonesia.

''Proposal tersebut sudah kita sampaikan ke pemerintah pusat dengan jumlah kuota 1001 CPNS belum lama ini. Mudah-mudahan apa yang kita usulkan itu bisa diakomodir oleh pemerintah pusat,'' ujar Sepranef.

Dari jumlah 1001 CPNS yang diusulkan, kata Sepranef, 60 persen untuk mengisi tenaga teknis, 40 persen akan ditempatkan di bidang pendidikan dan kesehatan. Untuk jenjang pendidikannya, berdasarkan petunjuk dari Menpan dan BKN minimal jenjang pendidikan D3.

Menurut Sepranef, diajukan usulan penerimaan CPNS karena saat ini pemerintah kota Dumai kekurangan personil di berbagai formasi khususnya di bidang tenaga teknis, tenaga kesehatan, dan pendidikan. Serta untuk menggantikan PNS yang memasuki masa pensiun.

Jumat, 09 Mei 2014

Formasi CPNS Pekanbaru 2014 Sebanyak 1.400

Kendati belum mengajukan formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk tahun 2014, Pemerintah Kota Pekanbaru sudah mengkaji kebutuhan pegawai untuk jangka lima tahun mendatang.

"Kami sudah mengkaji kebutuhan pegawai untuk jangka lima tahun kedepan, hasilnya Pemko Pekanbaru kekurangan sekitar 1.400 pegawai," ujar Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Pekanbaru Azharisman Rozie, Rabu (7/5) di Ruang Kerjanya.

Kekurangan tersebut, lanjut Rozie, lebih didominasi tenaga kesehatan dan guru SD. Namun, kondisi tersebut jauh berbeda dari guru SMP dan SMA, dimana Pemko Pekanbaru justru kelebihan 550 guru. 

"Ini ada guru bidang studi yang berlebih," katanya.

Untuk selanjutnya, formasi CPNS tahun 2014 akan disampaikan ke Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan dan RB).

"Kemenpan yang akan menganalisis dan menentukan berapa formasi untuk Pekanbaru," kata Rozie.

"Tentunya, tidak semua kekurangan kita ini bisa dipenuhi Menpan, tentu akan berbagi dengan daerah lainnya," tutup Rozie. 

Senin, 05 Mei 2014

DPRD Dukung Langkah Gubernur Riau Perjuangan Jatah CPNS Khusus Putra Daerah

Kalangan wakil rakyat di DPRD Riau menyambut baik keinginan gubernur Riau yang memprioritaskan putra daerah dalam penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). 

“Kita apresiasi dan dukung keinginan gubernur tersebut, kan baik untuk daerah juga,” kata Tony Hidayat, Anggota Komisi A DPRD Riau kepada riauterkinicom, Senin (05/05/14). 

Namun, gubernur Riau disarankan untuk mengukur kualitas sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki masing-masing putra daerah Riau, yang akan mengikuti tes CPNS tersebut. 

“SDM itu saya rasa perlu menjadi prioritas, agar nantinya tercipta PNS-PNS yang memang betul-betul berkualitas. Kalau SDM-nya tidak baik, kenapa harus dipaksakan,” ungkap politisi Demokrat ini. 

Hal senada juga dikatakan Zulkarnain Nurdin, Wakil Ketua Komisi D DPRD Riau. Menurutnya, terlebih dahulu gubernur Riau beserta instansi terkait mesti mendudukkan, poin-poin apa saja yang menjadi kategori putra daerah. 

“Dudukkan dululah pemahaman putra daerah ini, yang disebut putra daerah itu seperti apa. Kalau tidak, ini akan menjadi polemik juga di kemudian hari,” tutup politisi PBB ini.

Kamis, 01 Mei 2014

April Usai, Baru Empat Daerah di Riau Ajukan Formasi CPNS 2014

Hingga saat ini, baru empat kabupaten/kota di Riau yang mengajukan formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2014 ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).

Keempat kabupaten/kota tersebut antara lain Bengkalis, Dumai, Indragiri Hulu dan Siak. Sementara kabupaten/kota lainnya belum menginformasikan bagaimana usulan mereka ke BKD Provinsi Riau.

Kabid Administrasi Kepegawaian Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Riau, Hapriadi Malik kepada GoRiau.com, Jumat (2/5/2014), menjelaskan, batas akhir yang diberikan KemenPAN-RB hingga akhir April 2014 lalu.

"Mei ini kita sudah tahu kabupaten/kota mana saja yang mengumumkan. Mengenai yang belum mengajukan, kita belum tahu bagaimana mekanisme selanjutnya," kata Hapriadi.

Dijelaskannya, apakah kabupaten/kota lainnya langsung mengajukan ke KemenPAN-RB atau ada kebijakan lainnya yang sudah dikoordinasikan dengan pusat. "Kalau batas waktunya pada akhir April 2014 lalu," jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kota Dumai mengajukan formasi CPNS sebanyak 1001 orang, terdiri rincian guru 100, tenaga kesehatan 276 serta tenaga teknik 625.

Kemudian Indragiri Hulu, total formasi diajukan 807 orang. Sementara untuk Bengkalis dan Siak, Hapriadi belum bisa menyampaikan informasinya, tetapi dipastikan sudah masuk ke BKD Riau.

Selasa, 29 April 2014

Pemkot Dumai Bayarkan Gaji Ribuan Honorer

Pemerintah Kota (Pemkot) Dumai, Provinsi Riau sejak Senin (28/4), mulai membayarkan gaji ribuan pengawai honorer dan tunjangan jabatan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) triwulan I 2014.

Kepala Bagian Administrasi dan Keuangan Setdako Dumai Arman menyatakan, teknis pembayaran dilaksanakan langsung oleh seluruh pejabat bendahara di masing-masing satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

"Anggaran daerah sudah bisa digunakan untuk seluruh kepentingan pembiayaan kegiatan pembangunan dan kepemerintahan. Namun teknis pelaksanaan dilakukan oleh pejabat bendahara di satuan kerja masing-masing," katanya di Dumai, Selasa (29/4).

Ini disebutkannya menyusul telah masuknya sejumlah pengajuan penggunaan anggaran untuk kepentingan pembayaran gaji honorer yang bekerja di lingkup instansi pemerintah setempat.

"Hampir seluruh SKPD sudah memasukkan pengajuan pencairan dana belanja pegawai ke bagian keuangan. Hal itu dilakukan untuk prosedur tertib administrasi penggunaan keuangan daerah," ucapnya.

Dia menjelaskan, pihaknya hanya berwenang melayani pengurusan administrasi proses pencairan keuangan daerah dan untuk selanjutnya akan diteruskan ke satuan kerja terkait.

"Seluruh kepentingan kegiatan pembangunan dan pemerintahan yang tertunda, saat ini sudah bisa dilakukan pembayaran. Kita harapkan semuanya berjalan dengan baik sesuai aturan berlaku," terangnya.

Pantauan wartawan di lapangan, pembayaran gaji honorer tersebut salah satunya terlihat pada kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Dumai di Jalan HR Subrantas, yang dilaksanakan langsung pejabat bendahara dengan tertib dan teratur.

"Akhirnya kami sudah bisa menerima honor kerja yang hampir empat bulan yang belum dibayarkan. Untuk mendapatkannya, terpaksa kami antri supaya tertib," ujar seorang honorer Dishub Kota Dumai, Ali.

Seperti diketahui, APBD Kota Dumai tahun 2014 mengalami penundaan penggunaan akibat tarik-ulur kepentingan kegiatan pembangunan antara pemerintah daerah dengan lembaga legislatif.

Minggu, 27 April 2014

Tahun Ini, BKD Pelalawan Buka Tes CPNS, Tamatan SMA Sederajat Berpeluang Ikut Tes

Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pelalawan mulai menyusun formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2014 ini. Rencanaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan akan membuka penerimaan PNS tahun ini.

"Untuk formasi yang disusun, terlebih dulu akan dikirimkan ke BKD Provinsi Riau dan Kementrian Pemberdayaan Aparatur Negara (Kemenpan),"terang Kepala BKD Pelalawan, Andi Yuliandri, Minggu (27/4/2014).

Namun saat ini, kata Andi, dirinya belum bisa memastikan jumlah untuk susunan formasinya.

"Kami belum ekspose jumlah dan formasinya. Karena ingin kita rampungkan dulu dan diserahkan ke pak Bupati. Setelah itu baru kita kirimkan nanti," ujarnya.

Dipastikan Andi, tahun ini Pemkab Pelalawan membuka tes CPNS. Berbeda dengan tahun sebelumnya, dimana Pelalawan menolak membuka jalur penerimaan CPNS, lantaran sejumlah syarat yang diusulkan Pemda tidak dipenuhi oleh Kemenpan.

"Seperti kartu tanda penduduk (KTP) peserta harus di Pelalawan,"ungkapnya.

Namun tahun ini, Pelalawan membuka diri dan logowo menerima peraturan yang ada. Meski demikian belum bisa dipastikan berapa jumlah kuota dan formasi apa saja yang akan diusulkan.

"Formasi SMA sederajat juga rencananya akan kita usulkan. Tapi setelah pasti nanti, baru kita sampaikan,"jelasnya.

Arsip Blog