-- Sido Muncul Store -- Aneka Produk Jamu, Obat, dan Suplemen Herbal dari Sido Muncul Store di Tokopedia
Tampilkan postingan dengan label cpns 2016. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cpns 2016. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 November 2016

Pemerintah Tunda Pengadaan CPNS 2016 di 32 Instansi Pusat

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) Asman Abnur menegaskan, pelaksanaan rekrutmen Calon Pegawai Negeri (CPNS) dari pelamar umum di 32 kementerian/lembaga ditunda hingga tahun 2017, setelah dilaporkan terlebih dahulu kepada Presiden.

Hal itu tertuang dalam Surat Menteri PANRB No. B/3656/M.PAN-RB/11/2016 tentang Informasi Penundaan Pengadaan CPNS Pusat dari Pelamar Umum Tahun 2016, yang ditandatangani Asman Abnur tanggal 8 November 2016.

Semula, Penerimaan CPNS instansi pusat, mulai dari pengumuman sampai pendaftaran tersebut, direncanakan digelar tanggal 1 – 19 Oktober 2016. Penundaan itu merujuk arahan Presiden dalam Rapat kabinet terbatas tanggal 24 Oktober 2016, dan hasil rapat koordinasi tingkat Menteri terkait, tanggal 7 November yang dipimpin Menteri PANRB.

Ke-32 instansi dimaksud sebelumnya telah memperoleh persetujuan prinsip penambahan kebutunan PNS. Namun dengan adanya surat Menteri PANRB yang ditujukan kepada 32 Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) pusat, maka pengadaan CPNS dari jalur pelamar umum ditunda.

“Kami harapkan masing-masing instansi tetap melanjutkan melakukan penataan organisasi, sekaligus penataan pegawai agar tetap mampu mendukung optimalisasi capaian kinerja,” ungkap Menteri Asman dalam surat yang tembusannya disampaikan kepada Presiden, Wakil Presiden, Menteri Keuangan, dan Kepala BPKP.*beritasatu

Selasa, 08 November 2016

Kepala Badan Kepegawaian Negara : 2016 Mungkin Tanpa Penerimaan CPNS

"Anggaran dan waktu yang tersisa sepertinya tidak memungkinkan perekrutan CPNS tahun ini," kata Kepala Badan Kepegawaian Negara, Bina Wibisana, di Padang, Sumatera Barat, Selasa (8/11/2016).

Menurut dia, informasi penerimaan CPNS di media sosial saat ini tidak benar, karena belum ada persetujuan dari Presiden.

"Persetujuan presiden tentu juga mempertimbangkan anggaran tersedia," ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, dalam perekrutan CPNS nanti, UPT BKN di provinsi akan berperan aktif.

"UPT dilengkapi juga dengan infrastruktur teknologi informasi yang cukup untuk melaksanakan ujian CPNS," ujarnya.

Saat ini UPT BKN telah ada Semarang, Jambi, Serang, Gorontalo, Mataram, dan Padang.*wartakota

Selasa, 18 Oktober 2016

Menpan Asman Abnur: CPNS Masih Moratorium

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur menegaskan, penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) saat ini masih moratorium.

Pemerintah, kata dia, sedang fokus pada pemerataan PNS di daerah. Sehingga masih berkonsentrasi untuk melakukan redistribusi PNS.

"Sekarang ada PNS yang terpusat di satu kota. Tapi di daerah lain tidak (masih kurang). Jadi saya konsentrasi redistribusi," kata Asman saat ditemui di RM Ujung Pandang, Senin (17/10/2016).

Apalagi, katanya, SMA nantinya sudah menjadi kewenangan pemerintah provinsi. Sehingga guru sebagai PNS akan juga akan redistribusi untuk pemerataan.

"Nanti harus siap guru di satu kabupaten bekerja di kabupaten lain. Nah, dengan ini target kita ASN jadi perekat nasional. Tidak lagi jadi pegawai lokal tetapi jadi pegawai nasional. Itu target kita," kata Asman.

Dengan moratoiumnya CPNS saat ini, maka rasionalisasi PNS pun secara otomatis akan terjadi tanpa adanya pemangkasan.

"Sekarang kan sudah otomatis. Pensiun satu tahunnya itu 80.000 sampai 100.000 orang. PNS kan sekarang sementara ini tidak kita terima. Jadi otomatis turun pertumbuhannya," jelas Asman.*rakyatku 

Pemerintah Imbau Warga Hati-Hati terhadap Pengumuman CPNS 2016

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) menyatakan akan membuka kembali rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) untuk beberapa posisi.

Namun masyarakat diminta berhati-hati terhadap pengumuman penerimaan ‎CPNS yang sumbernya bukan berasal dari instansi pemerintah.

Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Kementerian PANRB, Herman Suryatman, mengatakan bahwa memang benar akan ada pembukaan rekrutmen CPNS untuk posisi yang kecualikan dalam moratorium. Namun saat ini rencana tersebut masih dalam kajian.

"Masih dikaji ulang, belum ada informasi (pastinya). Jadi kami pastikan kalau ada informasi penerimaan  CPNS itu hoax karena masih dikaji ulang. Belum ada penetapan, baru kaji ulang," ujar dia di Kantor Kementerian PANRB, Jakarta, Selasa (18/10/2016).

Oleh karena itu, Herman meminta masyarakat tidak mudah percaya pada pengumuman penerimaan CPNS tersebut. ‎Jika telah ada rekrutmen CPNS, akan diumumkan secara resmi oleh instansi pemerintah terkait.

"Yang jelas masyarakat jangan terkecoh dengan informasi yang tidak bertanggung jawab. Hingga saat belum dibuka," ujar dia.*liputan6

Jumat, 14 Oktober 2016

Presiden Meminta Pengadaan CPNS Jalur Umum 2016 Ditunda

Menurut Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana, pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) telah mengajukan usulan formasi untuk 13 ribu orang dari jalur umum.

Namun, usulan tersebut belum disetujui karena anggaran terbatas. “Untuk sementara, seluruh rekrutmen CPNS jalur umum ditunda. Ini karena anggaran negara terbatas,” ujar Bima, Kamis (13/10).

Bima menjelaskan, usulan 13 ribu orang dari jalur umum tersebut hanya untuk instansi pusat dan posisinya sangat strategis. Dari 13 ribu orang itu, 2.000 di antaranya dikhususkan untuk lulusan cumlaude dari perguruan tinggi terbaik.

“Sebenarnya yang dari jalur umum ini akan menempati posisi strategis yang mendukung program nawacita. Tapi mau bagaimana lagi, amanat presiden meminta pengadaan CPNS ditunda sementara waktu karena akan membebani anggaran negara. Apalagi saat ini ada 4,5 juta PNS se-Indonesia yang harus dibayar gajinya oleh negara,” paparnya.*bengkuluexpress

Kamis, 06 Oktober 2016

Penerimaan PNS Dipastikan Hoax, Menpan: Semua Masih Proses

Belakangan ini muncul berbagai informasi mengatasnamakan kementerian atau lembaga yang telah membuka formasi penerimaan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pesan ini secara cepat menyebar melalui pesan singkat dan berbagai media sosial.

Namun, informasi ini dipastikan hoax. Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Asman Abnur mengatakan, saat ini belum ada formasi apapun yang disepakati. Untuk itu, masyarakat diminta untuk tidak percaya dengan pembukaan CPNS yang belakangan ini marak diumumkan.

"Itu belum sampai ke saya," ujarnya di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (6/10/2016).

Saat ini, Kemenpan-RB masih melakukan tahap kajian terkait penerimaan aparatur sipil negara. Ditargetkan pengumuman pembukaan penerimaan PNS akan dilakukan jelang akhir tahun.

"Sementara masih proses ya. Nanti kalau ada pengumuman kita kasih tahu. Minggu ini belum ada. Masih kita lihat kebutuhan yang pensiun lagi kita hitung sekarang. Ini kan kalau lagi proses begini saya enggak berani ngomong," tutupnya.*okezone

Rabu, 05 Oktober 2016

Info Pendaftaran CPNS Online Bikin Geger Ratusan Guru PAI Sragen

Para guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang berada di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) Sragen panik menyusul beredarnya informasi berantai perihal dibukanya pendaftaran CPNS PAI SD secara online se-Indonesia, Rabu (5/10/2016). Mereka pun baru menyadari telah tertipu setelah mengetahui di Kemenag memang tidak ada pendaftaran CPNS dan informasi yang beredar itu hanya kabar hoax alias bohong belaka.

Kepanikan para guru PAI itu terjadi sejak pagi hari setelah beredar pesan melalui grup media sosial yang ada di internal mereka. Informasi yang dihimpun di lapangan, informasi yang dishare lewat group Whatsapp (WA) para guru PAI itu berbunyi “Pendaftaran CPNS PAI SD se-Indonesia melalui Kemenag pusat. Pendaftaran secara online tgl 5 Oktober 2016 di portal Kemenag RI. InfoCPNS.Kemenag.RI.2016. Share utk saudara/tmn yg mempunyai ijazah PAI”.

“Saya juga kaget tiba-tiba di grup WA pada ribut mau daftar CPNS karena pendaftaran dibuka hari ini lewat online. Sebagian teman-teman tadi ada yang langsung ke Kemenag menanyakan juga,” ujar Lestari, salah satu guru madrasah di wilayah Mondokan, kepada Joglosemar, Rabu (5/10/2016).

Namun setelah mengecek ke Kemenag dan ternyata tidak ada informasi atau pendaftaran CPNS seperti yang dikabarkan, akhirnya para guru yang sempat mendatangi Kemenag itu pulang kembali. Hartatik, guru PAI lainnya juga membenarkan bahwa kabar tersebut memang sempat membuat panik puluhan hingga ratusan teman-temannya yang mengajar di madrasah.

‘Tadi sempat ikut bingung karena kabarnya ndaftarnya lewat online tapi alamat websitenya dibuka enggak bisa. Setelah saya kroscek ke teman yang sudah ke Kemenag ternyata kabar itu nggak benar,” tuturnya.

Terpisah, salah satu pegawai di Kemenag Sragen, Kuri Ilmiyati mengaku sejak pagi juga mendapat banyak telepun yang menanyakan kebenaran informasi tersebut. Ia pun menyampaikan bahwa kabar itu hanya kabar hoax yang tidak perlu ditanggapi.

“Enggak ada pendaftaran CPNS Guru PAI SD. Kami pastikan kabar itu hanya hoax,” tegasnya.*joglosemar

Minggu, 02 Oktober 2016

Marak Broadcast Penerimaan CPNS 2016, Ini Kata Menpan RB

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur menilai maraknya pesan berantai penerimaan CPNS tahun 2016 tidak benar. Namun, Asman dan jajarannya masih melakukan penyelidikan terkait hal tersebut.

"Insyallah satu minggu lagi saya umumkan. Karena sekarang ini sedang finalisasi," kata Asman di kawasan Kota Baru Parahyangan, Bandung.

Menurut Asman dari total PNS sekira 4,5 juta, rata-rata terdapat 100 ribu yang pensiun setiap tahun. Apakah pensiun karena batas usia ataupun karena berhalangan tetap.

Namun, kata Asman, pihaknya juga tetap menganalisa kebutuhan masing-masing instansi pemerintahan. Begitupun dengan kemampuan anggaran.

"Jadi sementara ini, saya masih menunggu finalisasi itu. Mudah-mudahan akhir bulan ini saya akan beritahukan kebijakan penerimaan ASN atau PNS ini," lanjut Asman.

Asman menambahkan, pihaknya juga memerhatikan porsi APBD untuk belanja pegawai. Asman menjadikan itu sebagai dasar penerimaan ANS ke depan.

"Coba bayangkan, ada satu daerah belanja pegawainya sampai 80 persen. Nanti akibatnya, bupati, wali kota waktu kampanye, janjinya juga banyak. Terus kalau dana APBD habis untuk belanja pegawai saja, kira-kira janjinya bisa dipenuhi enggak? Kan repot juga bupatinya. Nah ini, salah satu yang sedang kita kaji," beber Asman.

Asman sudah menerima paparan dari jajarannya terkait daerah yang belanja pegawainya ditandai dengan warna 'merah'. Artinya porsi belanja pegawainya sebesar 60 persen ke atas.

"Kalau sudah kita buka datanya, boleh dimuat (diberitakan). Enggak apa-apa. Ideal itu sebenarnya di bawah 50 persen. Kalau di bawah itu, kalau ada penambahan pegawai akan kita pertimbangkan, membuka formasinya," pungkas Asman.

Seperti diketahui marak beredar pesan berantai atau link pemberitaan yang menyatakan ada penerimaan CPNS 2016. Link itu di antaranya masif beredar di situs jejaring sosial.*metrotvnews

Rabu, 27 Juli 2016

Larang Rekrut PNS Baru, Daerah Diminta Redistribusi Pegawai

Seluruh pemerintah di daerah diminta menunda penerimaan aparatur sipil negara atau pegawai negeri sipil (PNS) baru untuk tahun anggaran 2016. Kebijakan ini sebagai tindak lanjut dari penghematan anggaran untuk seluruh lembaga pemerintahan.

"Kami minta agar pemerintah provinsi, kabupaten dan kota melakukan redistribusi pegawai, baik secara internal maupun antarinstansi,” ujar Menteri Pendayaagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi di Jakarta seperti dikutip di laman Kemanpan-RB, Selasa 26 Juli 2016.

Menurut Yuddy, jika pun ada penerimaan PNS baru maka dipastikan itu selektif terbatas. Yakni hanya untuk pengangkatan dokter, dokter gigi dan bidan pegawai tidak tetap (PTT), guru garis depan (GGD) serta tenaga harian lepas-tenaga bantu (THL-TB) di penyuluh pertanian.

"Mereka harus lulus dengan sistem Computer Assisted Test (CAT)," ujar Yuddy.

Saat ini larangan perekrutan PNS baru tersebut telah diterbitkan dalam Surat Edaran Nomor: B/2631/M.PAN-RB/07/2016 yang ditandatangani Yuddy pada Senin 25 Juli 2016 dan telah diedarkan ke seluruh pemerintah di daerah.

Masalah PNS di Indonesia secara keseluruhan memang sedang menjadi polemik. Data dari Kemenpan-RB, jumlah PNS saat ini melebihi jumlah ideal yakni 1,5 persen dari rasio penduduk.

Total PNS tercatat saat ini mencapai 4,75 juta orang atau ada kelebihan satu juta orang bila merujuk ke rasio PNS 1,5 persen dari jumlah penduduk yang mencapai 250 juta orang.

Besarnya jumlah PNS itu membebani anggaran keuangan. Setidaknya pada tahun 2015 lalu, negara harus menyiapkan uang senilai Rp700 triliun atau sebesar 33,8 persen dari total belanja yang ada sebesar Rp2,093 triliun hanya untuk pembayaran gaji pegawai.*viva

Kamis, 02 Juni 2016

PENERIMAAN APARATUR SIPIL NEGARA DI LINGKUNGAN PEMERINTAH DAERAH TAHUN 2016 DARI PEGAWAI TIDAK TETAP KEMENTERIAN KESEHATAN

Dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan mendukung pelayanan kesehatan menyeluruh diperlukan pemerataan tenaga kesehatan untuk memberikan pelayanan kesehatan pada fasilitas kesehatan tingkat pertama, maka Pemerintah membuat kebijakan dengan melakukan Penerimaan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Daerah Tahun 2016 dari Pegawai Tidak Tetap (PTT) Kementerian Kesehatan.

Persyaratan Umum Pelamar
  1. Warga Negara Republik Indonesia.
  2. Sehat jasmani dan rohani.
  3. Berkelakuan baik dan tidak pernah dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan.
  4. Tidak dalam kedudukan sebagai pengurus/anggota partai politik.
  5. Tidak  pernah  diberhentikan  dengan  hormat  tidak  atas  permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai PNS/Anggota TNI/Polri maupun pegawai swasta.
  6. Tidak berkedudukan sebagai Calon/PNS.
  7. Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ditentukan oleh Pemerintah.
Persyaratan Khusus Pelamar
  1. Pelamar adalah Bidan, Dokter/Dokter Gigi PTT Kementerian Kesehatan yang diangkat oleh Menteri Kesehatan dan aktif melaksanakan tugas terhitung  mulai  tanggal  1 September  2015 serta  telah  diusulkan melalui Nota  Kesepahaman  (MoU)  antara Kementerian  Kesehatan dengan Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota.
  2. Bersedia ditempatkan sesuai dengan penugasan sebagai PTT dalam Nota Kesepahaman (MoU).
  3. Bersedia  melaksanakan  tugas  pada  unit  kerja  penempatan  paling singkat selama 5 (lima) tahun sejak diangkat sebagai ASN.
  4. Berlatar belakang pendidikan: a. Minimal D.I/D.III Kebidanan (sesuai dengan yang digunakan pada saat pendaftaran sebagai PTT) bagi jabatan Bidan; b. Profesi Dokter (Dokter Umum dan Dokter Spesialis) bagi jabatan Dokter; c.  Profesi  Dokter  Gigi  (Dokter  Gigi  dan  Dokter  Gigi  Spesialis)  bagi jabatan Dokter Gigi.
download selengkapnya DISINI,,,

Rabu, 27 April 2016

Pemerintah Minta Daerah Revisi Usulan CPNS 2016

Pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi meminta kepada daerah untuk merevisi usulan formasi calon pegawai negeri sipil mereka.

Deputi SDM Aparatur Kementerian PANRB, Setiawan Wangsaatmadja mengatakan, permintaan revisi tersebut dilakukan karena sebagian besar usulan formasi CPNS 2016 dari daerah masih dilakukan untuk jabatan administrasi.

Tidak tanggung- tanggung, usulan CPNS untuk jabatan administrasi dari daerah tersebut mencapai 50% dari formasi yang disediakan. "Ini tidak bisa dipenuhi, karena rekruitmen CPNS tahun ini diarahkan untuk mendukung program Nawacita," katanya dalam sebuah pernyataan yang dikekuarkan di Jakarta Selasa (26/4).

Pemerintah pada tahun 2016 ini akan kembali membuka lowongan PNS. Setidaknya akan ada sekitar 237.000 lowongan yang disediakan.

Jumlah tersebut, rencananya akan dibagi dalan dua formasi. Pertama, formasi penerimaan PNS di pemerintah pusat yang jumlahnya mencapai 71.436 lowongan. Sementara itu, formasi kedua untuk daerah yang jumlahnya mencapai 166.684 lowongan.

Setiawan mengatakan, sebagian besar lowongan tersebut dibuka untuk proses tenaga kesehatan dan pendidikan. Selain itu, lowongan juga dibuka untuk tenaga penegak hukum.*kontan

Kamis, 24 Maret 2016

Ini Jabatan yang Tidak Dibolehkan Bagi Pelamar CPNS di Atas 35 Tahun

Meski dalam RPP Manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) memberikan ruang bagi pelamar berusia di atas 35 tahun mendaftar CPNS, namun ada jabatan-jabatan tertentu yang tidak bisa dilamar.

Menurut Kabid Penyiapan Perumusan Kebijakan Pengadaan SDM Aparatur, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Supardiyana, yang tidak bisa dilamar adalah jabatan kategori umum.

"Tenaga pendidik, kesehatan, ikatan dinas masuk kategori pelamar umum. Tapi untuk tenaga pendidikan dan kesehatan dengan spesifikasi tertentu bisa dilamar seperti dokter spesialis serta dosen S3," terang Supardiyana, Kamis (24/3).

Dia menyebutkan, untuk dosen S3 dan dokter spesialis membutuhkan waktu pendidikan lebih panjang sehingga diberi kesempatan hingga 40 tahun. Ini tidak diberlakukan bagi pelamar yang menempuh pendidikannya relatif pendek‎.

Berikut‎ beberapa jabatan yang tidak dibolehkan bagi pelamar di atas 35 tahun :

1. Guru SD, SMP, SMA
2. Operator sekolah
3. Sekolah ikatan dinas (lulusan S1)
4. Perawat
5. Dokter umum
6. Bidan
7. ‎Penyuluh
8. Pencatat gempa
9. Penegak hukum
10. ABK
11. Dan lain-lain (jabatan umum/fungsional tertentu)*manadopost

Senin, 21 Maret 2016

Daftar 244 Kabupaten Yang Dilarang Rekrut CPNS 2016

Saat ini berbagai instansi baik pusat dan daerah tengah memasukkan usulan kebutuhan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Hasilnya, berdasarkan data e-formasi yang telah masuk per Februari 2016, kebutuhan akan pegawai baru mencapai 1,8 juta orang.

“Bagi saya ini jumlah yang tidak rasional. Ini kemungkinan karena organisasi terutama di instansi daerah melebar sehingga butuh pegawai banyak. Bisa juga akal-akalan pejabat pembina kepegawaian (PPK) untuk menyisipkan pendukung serta kerabatnya dalam kuota, seolah-olah daerah memang kekurangan pegawai,” ungkap Deputi SDM Aparatur KemenPAN-RB Setiawan Wangsaatmaja, Rabu (9/3).

Besarnya jumlah kebutuhan ini tentu saja akan menyebabkan naiknya  anggaran belanja pegawai di APBN/APBD. Karena itu, Kemenpan-RB akan mengeluarkan petunjuk teknis untuk melakukan audit organisasi serta pemetaan ASN.

Daftar Kabupaten/Kota Tidak Mendapatkan Kuota CPNS
Selain itu, Kemenpan-RB juga tidak akan memberikan kuota CPNS kepada Kabupaten/Kota yang belanja pegawai daerah itu di atas 50 persen di APBD. Dalam kriteria ini tercatat ada sebanyak 244 kabupaten/kota di 27 provinsi yang tidak akan mendapat kuota CPNS.

Kabupaten-kota tersebut antara lain :
1.‎ ‎Aceh sebanyak 10 kabupaten/kota
2. Sumut sebanyak 20 kabupaten/kota
3. Sumbar sebanyak 14 kabupaten/kota
4. Jambi sebanyak 3 kabupaten/kota
5. Sumsel sebanyak 3 kabupaten/kota
6. Babel sebanyak 1 kabupaten/kota
7. Bengkulu sebanyak 5 kabupaten/kota
8. Lampung sebanyak 11 kabupaten/kota
9. Jabar sebanyak 13 kabupaten/kota
10. Banten sebanyak 3 kabupaten/kota
11. DIY sebanyak 4 kabupaten/kota
12. Jateng sebanyak 32 kabupaten/kota
13. Jatim sebanyak 29 kabupaten/kota
14. Kalbar sebanyak 4 kabupaten/kota
15. Kalsel sebanyak 3 kabupaten/kota
16. Sulut sebanyak 10 kabupaten/kota
17. sebanyak 3 kabupaten/kota
18. sebanyak 8 kabupaten/kota
19. Sulsel sebanyak 19 kabupaten/kota
20. Sultra sebanyak 6 kabupaten/kota
21. Bali sebanyak 7 kabupaten/kota
22. NTB sebanyak 8 kabupaten/kota
23. NTT sebanyak 13 kabupaten/kota
24. Maluku sebanyak 4 kabupaten/kota
25. Malut sebanyak 2 kabupaten/kota
26. Papua sebanyak 2 kabupaten/kota
27. Sulbar sebanyak 3 kabupaten/kota

Jumat, 11 Maret 2016

Semakin Banyak PNS Sleman Pensiun, Penerimaan CPNS Belum Jelas

Jumlah pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman terus menyusut seiring moratorium penerimaan PNS. Dalam lima tahun terakhir, jumlah PNS terus menyusut hingga seribu orang.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sleman Iswoyo mengatakan, hingga kini jumlah PNS di Sleman sebanyak berjumlah 11.841 orang, terdiri dari laki-laki 5049 orang dan perempuan 6792 orang. Dari jumlah tersebut sebanyak 506 orang tahun ini akan pensiun. Pada 2015 jumlah PNS yang pensiun mencapai 129 orang, sementara pada 2014 (126 orang), 2013 (279 orang) dan 2012 (526 orang).

“Adapun 2017 mendatang, PNS yang akan pensiun berjumlah 574 orang,” kata Iswoyo di kantornya, Kamis (10/3/2016).

Dia menjelaskan, untuk memenuhi kebutuhan pegawai pihaknya setiap tahun tetap mengajukan penerimaan calon PNS (CPNS) ke pemerintah pusat. Hal itu dilakukan meskipun pemerintah menerapkan moratorium penerimaan CPNS sejak 2011 lalu.

Pengajuan tersebut dilakukan agar pemerintah pusat mengetahui kebutuhan PNS di Sleman. Apalagi setiap tahun ratusan PNS menjalani masa pensiun. “Setiap tahun kami anggarkan penerimaan CPNS. Ada tidak ada [penerimaan CPNS] tetap dianggarkan. Itu antisipasi jika pusat menerima usulan kami,” katanya.

Tahun ini misalnya, BKD mengajukan 1.250 orang CPNS ke pusat dari 1.345 orang yang dibutuhkan. Pengajuan tersebut untuk mengisi 450 orang tenaga pendidik, 332 orang tenaga medis, dan 563 tenaga teknis yang kosong. Kekosongan tenaga tersebut sebagian besar akibat ditinggal pensiun. Meski telah diajukan, hingga kini belum ada keputusan resmi dari pusat.

“Apakah disetujui atau tidak, belum ada keputusan. Yang terpenting, kami sudah ajukan sesuai kebutuhan di lapangan,” kata Iswoyo.*harianjogja

Kurang SDM, KPU Akui Butuh 4.000 Ribu PNS Baru

Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengaku kekurangan sekitar 4.000 pegawai negeri sipil (PNS) untuk ditempatkan di berbagai posisi, khususnya kesekretariatan KPU di seluruh Indonesia.

Saat ini dari 10 ribu PNS yang dimiliki KPU, 4.000 di antaranya merupakan PNS perbantuan dari pemerintah daerah (pemda).

"KPU punya PNS 6.000 (51 persen), padahal idealnya 12 ribu PNS. Tapi kita sekarang mendapat pinjaman dari instansi lain, dari pemda," kata Sekjen KPU Arif Rahman Hakim, saat ditemui di Gedung Bawaslu, Jakarta, Kamis 10 Maret 2016.

Menurut Arif, hadirnya PNS dari perbantuan pemda bukan tanpa risiko, selain kemampuan yang harus disesuaikan dengan tugas kepemiluan yang belum tentu mereka kuasai, banyak pula dari PNS tersebut yang kemudian ditarik oleh pemdanya masing-masing ketika pilkada hendak dilaksanakan atau setelah pilkada berlangsung.

"Makanya kalau tadi amanatnya kan semua pegawai yang bekerja di KPU menjadi pegawai organik yang organisasinya di bawah KPU," tutur Arif.*sindonews

Selasa, 16 Februari 2016

Imbas Moratorium PNS, Sekolah Kedinasan Pangkas Kuota Mahasiswa Baru

Kementerian Pemberdayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) masih memberlakukan moratorium rekrutmen pegawai negeri sipil (PNS). Dampaknya, rekrutmen mahasiswa baru di sekolah-sekolah kedinasan juga ikut dipangkas.

Menpan-RB Yuddy Chrismamdi menyebutkan Institut Pendidikan Dalam Negeri (IPDN) yang biasanya menampung sekitar 2000 hingga 3000 orang, saat ini sudah dipangkas menjadi hanya sekitar 900 orang. 

Pendidikan bagi polisi dan TNI pun, kata dia, telah dibatasi hanya sekitar 10 persen saja, sekitar 7.100 orang. 

Rekrutmen PNS hanya difokuskan untuk bidang kesehatan, pendidikan, dan sosial.

"Karenanya, bidan, dokter, dan guru garis depan tahun ini. Kami sangat terbatas dan selektif sekali. Kalau tidak, kan sama halnya menambah biaya belanja pegawai lagi," ungkap politisi Partai Hanura itu.*kompas

Senin, 01 Februari 2016

Kemen-PAN Tegaskan Belum Rilis Jadwal Rekrutmen CPNS 2016

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Yuddy Chrisnandi menegaskan, sampai saat ini pemerintah belum mengeluarkan surat resmi mengenai rencana ataupun jadwal rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Oleh karena itu, masyarakat diminta tidak mempercayai informasi menyesatkan yang beredar, yang diyakini merupakan penipuan.

Adanya informasi terkait penjadwalan penerimaan CPNS 2016 yang beredar di sejumlah media massa, baik cetak, online maupun media sosial, merupakan informasi yang tidak benar dan menyesatkan masyarakat.

"Jangan lagi terjadi penipuan seperti terjadi di Bandung dan Ambon yang belum lama ini terbongkar," kata Yuddy dalam keterangannya, Jakarta, Senin (1/2/2016).

Karena itu, Yuddy meminta para Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK), khususnya Gubernur, Bupati dan Walikota untuk menginformasikan kepada masyarakat di wilayah masing-masing mengenai ketidakbenaran penjadwalan penerimaan CPNS dimaksud.

Penegasan itu disampaikan melalui Surat bernomor B/501/M.PAN.RB/01/2016, tertanggal 27 Januari 2016. Surat tersebut ditembuskan kepada Wakil Presiden, Menteri Keuangan, Menteri Dalam Negeri, KAPOLRI, Kepala BIN dan Kepala BKN.

Melalui surat tersebut, Yuddy juga mengingatkan bahwa sejak tahun 2014 seleksi CPNS sudah menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT). "Dengan sistem ini, dipastikan tidak ada pihak manapun yang dapat membantu kelulusan peserta," tambahnya.

Dia menambahkan, dengan sistem CAT, tidak mungkin orang yang tidak mengikuti tes akan mendapatkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan sebagai CPNS. Karena itu, Yuddy mewanti-wanti agar masyarakat di seluruh penjuru tanah air lebih waspada terhadap penipuan yang dilakukan oknum-oknum yang mengaku bisa meloloskan menjadi CPNS.

Diketahui, apa yang dikatakan Yuddy terkait dengan terbongkarnya kembali kasus penipuan CPNS yang terjadi di Maluku baru-baru ini. Menurut Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana, pihaknya telah mengungkap adanya penipuan yang dilakukan oleh dua PNS di Provinsi Maluku. Kedua PNS tersebut adalah LML, pegawai pada Badan Pengelolaan Pendataan Keuangan dan Aset daerah Provinsi Maluku dan Nusa Tenggara, yang merupakan pegawai di RSUD dr. M. Haulessy Ambon.

Diungkapkan, kedua PNS tersebut melakukan penipuan atau percaloan sebanyak dua kali. Kasus pertama terjadi pada 2011-2013. Yang bersangkutan mengaku kepada para pencari kerja bahwa dia mampu membantu mengurus pengangkatan CPNS dengan imbalan uang sebesar Rp30 juta per orang.

Perbuatan tersebut terungkap pada 2013, dan keduanya telah dijatuhi hukuman disiplin berupa penurunan pangkat satu tingkat selama satu tahun. Mereka juga telah membuat surat pernyataan janji tidak akan mengulangi perbuatan tersebut.

Tampaknya sanksi tersebut belum membuatnya jera, dan keduanya kembali beraksi. Kasus ini terungkap pada tanggal 19 Januari 2016 lalu, menyusul menghadapnya tujuh orang korban yang datang ke kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Maluku.

Mereka membawa tujuh SK pengangkatan CPNS palsu, yang disertai kuitansi penyerahan uang dari korban kepada pelaku. Jumlahnya bervariasi, antara dua puluh juta sampai empat puluh tiga juta rupiah. "Berdasarkan keterangan para korban itu, Kepala BKD Provinsi Maluku memanggil kedua pelaku penipuan tersebut," kata Bima.

Pada saat yang bersamaan, Kepala BKD juga menelpon Polres Pulau Ambon untuk minta menangkap kedua PNS pelaku penipuan tersebut, dengan tuduhan memalsukan tanda tangan Sekretaris Daerah.

Tidak berhenti sampai di situ. Sehari kemudian, tanggal 20 Januari 2016 datang lagi tujuh orang korban lainnya, dan tanggal 21 juga datang dua orang korban. "Sampai saat ini korban yang sudah melapor sebanyak 16 orang. Hingga saat ini, jumlah uang yang terkumpul diperkirakan telah mencapai Rp500 juta," ujar Kepala BKN.

Ditambahkan, saat ini pelaku telah ditahan Polres Pulau Ambon. Polres Pulau Ambon juga tengah mengembangkan kasus tersebut, karena diduga masih terdapat korban lainnya yang belum melapor.

Kepala BKN juga menyarankan kepada Pemerintah Provinsi Maluku untuk memberhentikan sementara kedua PNS tersebut. Hal itu sesuai dengan ketentuan pasal 88 ayat (1) huruf c Undang-Undang No. 5/2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN).

Setelah ada putusan pengadilan yang inkracht atas perbuatan kedua PNS yang bersangkutan, Bima menyarankan agar segera diberhentikan tidak dengan hormat (dipecat) sebagai PNS. Hal itu sebagaimana diatur dalam pasal 87 ayat (4) huruf b UU No. 5/2014.*okezone

Website Penyebar Informasi Palsu Penerimaan CPNS 2016 Disomasi

KEMENTRIAN Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) akhirnya kehabisan kesabaran melihat masih maraknya kabar palsu soal penerimaan CPNS 2016.

Kementerian yang dipimpin Yuddy Chrisnandi mengambil langkah hukum dengan melayangkan somasi kepada pengelola website www.cpns2016.com. Website buatan orang Palembang itu ditengarai menyebarkan informasi pendaftaran CPNS baru 2016 yang meresahkan. 

Somasi itu ditujukan kepada ARS selaku kepala redaksi website www.cpns2016.com. Di dalam surat somasinya, website ini mengumumkan berita seolah-olah bakal ada tes CPNS baru 2016 ini. 

’’Padahal fakta sesungguhnya adalah, sampai saat ini Kementerian PAN-RB dan BKN belum menyusun jadwal seleksi,’’ kata Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian PAN-RB Herman Suryatman kemarin.

Herman mengatakan permintaan dalam somasi itu adalah, pengelola harus segera menutup operasional pemuatan informasi di website www.cpns2016.com. Selain itu Kementerian PAN-RB juga menutut supaya pengelola website itu untuk meminta maaf kepada Kementerian PAN-RB.

Pejabat asal Sumedang itu menuturkan bahwa informasi tentang rekrutmen CPNS baru merupakan isu sensitif di kalangan masyarakat. Sebab masih banyak masyarakat yang mengidamkan untuk bisa menjadi PNS. 

Dia khawatir informasi yang menyesatkan tentang CPNS itu bisa dimanfaatkan untuk mengeruk keuntungan melalui penipuan berkedok rekrutmen CPNS baru.*pojoksatu 

Kamis, 21 Januari 2016

Kemendikbud Serahkan 18.820 Soal TKD CPNS ke Kemenpan RB

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyerahkan naskah soal Tes Kompetensi Dasar (TKD) untuk seleksi nasional Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan dan RB).

Mendikbud Anies Baswedan menyerahkan naskah soal tersebut dalam bentuk compact disc (CD) kepada Menteri PAN dan RB Yuddy Chrisnandi, di kantor Kemendikbud Senayan Jakarta, Rabu (20/1/2016).

Mendikbud Anies Baswedan mengatakan Kemendikbud berkomitmen penuh mendukung pengadaan CPNS yang berintegritas berbasis merit system. “Dalam pengadaan aparatur negara, semua negara sudah bergerak ke era meritokratik, negara yang tidak bergerak ke sana ibaratnya kembali ke jaman Jurassic Park,” kata Anies.

Naskah soal TKD yang telah disusun berjumlah 18.820 butir soal. Naskah soal TKD tersebut terdiri atas tiga subtes yaitu 4.817 butir soal Tes Karakteristik Pribadi (TKP), 8.001 butir soal Tes Intelegensi Umum (TIU), dan 6.002 butir soal Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

Anies menambahkan bahwa naskah soal TKD tersebut tidak hanya dikerjakan satu unit kerja di Kemendikbud, namun melibatkan beberapa unit kerja. “Naskah TKD ini dikerjakan oleh Biro Kepegawaian, Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik), dan Konsorsium Perguruan Tinggi Negeri. Sedangkan untuk bahasanya dikoreksi Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa,” ujar Anies.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri PAN dan RB Yuddy Chrisnandi menegaskan meskipun ada serah terima naskah soal TKD, bukan berarti akan ada penerimaan CPNS dalam waktu dekat. Moratorium pengadaan CPNS terus dilanjutkan.

“Meskipun hari ini ada serah terima naskah TKD, jangan diartikan pemerintah akan merekrut CPNS dalam waktu dekat ini,” kata Yuddy sebagaimana dilansir Kemdikbud.go.id, Kamis (21/1/2016).

Menurut Yuddy, pemerintah belum memiliki rencana melaksanakan pengadaan Aparatur Sipil Negara (ASN), baik untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Meski begitu, lanjut Yuddy, moratorium ini bersifat terbatas, karena pemerintah masih tetap membuka penerimaan pegawai khusus untuk tenaga pendidikan, tenaga kesehatan, penegak hukum dan sekolah kedinasan.

“Moratorium ini tetap dikecualikan untuk tenaga pendidikan, tenaga kesehatan, penegak hukum dan sekolah kedinasan. Fokus kita tahun ini lebih kepada penerimaan untuk guru-guru, untuk tenaga-tenaga medis, dan aparat penegak hukum,” kata Yuddy.*solopos

Rabu, 20 Januari 2016

Riau Butuh 2000 PNS Di 2016

Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Riau telah meminta pengajuan 2000 PNS kepada Kemenpan-RB untuk Riau. Namun hingga kini belum ada tanggapan dari Kementerian.

Pengajuan formasi PNS tahun ini lebih banyak di bidang kesehatan untuk rumah sakit milik daerah. Sebab kata Kepala BKD Provinsi Riau, Asrizal, Riau sangat kekurangan pegawai dari bidang kesehatan.

"Dari 2000 PNS yang kita minta, 600 itu kita minta dari tenaga medis atau kesehatan. Bidang ini yang paling besar kita minta karena kita sangat kekurangan tenaga kesehatan di rumah sakit daerah yang kita punya," kata Asrizal ketika ditemui di ruang kerjanya, Rabu (20/1/2016).

Ada 3 Rumah Sakit Daerah di Riau yakni RSUD Arifin Ahmad, RSUD Petala Bumi dan RSJ Tampan. Menurutnya di 3 rumah sakit ini terdapat kekurangan pegawai di semua bidang kesehatan.

"Mulai dokter umum, dokter spesialis, perawat, maupun yang lainnya," ujarnya singkat.

Permintaan pegawai pada 3 rumah sakit daerah ini kata dia merupakan upaya daerah untuk mempertahankan serta meningkatkan akreditasi rumah sakit daerah.

"Untuk RSUD Arifin Ahmad dan RSJ Tampan itu akreditasinya A. Tentu kita harus pertahankan ini. Sedangkan RSUD Petala Bumi itu akreditasinya C. Nah ini yang akan kita upayakan naik dengan cara inilah salah satunya," terang Asrizal.

Untuk 1400 pegawai lainnya renacananya akan ditempatkan di semua sektor yang kekurangan pegawai. "Sebagian ada di sektor pendidikan maupun pemerintahan. Itu tersebar," pungkasnya.

Namun hingga kini Asrizal tak bisa memastikan berapa jumlah PNS yang akan dikabulkan oleh kementerian. Hal tersebut menurutnya ditentukan oleh kementerian dengan berbagai pertimbangan.

Dirinya berharap jumlah yang dikabulkan dapat optimal untuk ditempatkan di bidang yang kekurangan pegawai ahli.

"Yang jelas kita harap kementerian dapat mengabulkan sesuai dengan permintaan kita," tandasnya.*riauonline

Arsip Blog